Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Yatalathof mengatakan gerakan tersebut juga dilatarbelakangi hasil survei yang dilakukan terhadap 560 responden dari sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua.
Berdasarkan hasil survei yang disampaikan Komite Sadar, sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran bersama jajaran kabinetnya telah gagal.
Penilaian tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan yang dianggap belum ditangani secara memadai selama dua tahun pemerintahan berjalan.
Sebanyak 71,1 persen responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani pengeluaran masyarakat.
Sementara itu, 62,7 persen responden memberikan perhatian terhadap persoalan pembatasan kebebasan berpendapat.
Persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara juga menjadi perhatian 70,6 persen responden.
Di bidang lingkungan, sebanyak 83,5 persen responden menyoroti deforestasi atau penggundulan hutan serta kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Selain itu, 67,4 persen responden menyoroti mahalnya biaya pendidikan, sedangkan 41,6 persen menilai sektor ekonomi dan keuangan sebagai bidang yang mendesak untuk diperbaiki.
Hasil survei tersebut menjadi salah satu dasar bagi Komite Sadar dalam menyusun tuntutan kepada pemerintah.
Namun, belum tersedia penjelasan lengkap mengenai metode pemilihan responden dan tingkat keterwakilan survei tersebut.
Karena itu, hasilnya merupakan gambaran penilaian responden yang disurvei dan tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh masyarakat Indonesia.
"Temuan ini menjadi peringatan bahwa keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa perlu dijawab secara serius," tegasnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.