Kejagung Setor Rp1,02 Triliun Hasil Pemulihan Aset Korupsi Eddy Tansil ke Kemenkeu
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh: Saifullah Yusuf
ADA kemiskinan yang bisa kita lihat: rumah yang nyaris roboh, dapur yang jarang berasap, seragam sekolah yang lusuh dan diwariskan dari kakak ke adik. Tetapi ada jenis kemiskinan lain yang lebih sunyi, kemiskinan yang bekerja dalam diam, menghapus keberanian seseorang untuk bermimpi, lalu perlahan membuat mereka seolah tidak ada.
Baca Juga:
Kalimat itu bukan sekadar retorika. Ia adalah pengingat: kalau negara abai terhadap yang paling lemah, maka negara kehilangan alasan moral untuk berdiri.
Dari kesadaran itulah, Sekolah Rakyat dirancang. Ia bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan sebuah ikhtiar untuk memutus rantai kemiskinan karena kemiskinan kerap diwariskan bukan oleh takdir, tetapi oleh ketidakadilan kesempatan.
Dari gagasan menjadi gerakan: 166 titik, 34 provinsi
Sekolah Rakyat beroperasi bertahap:
• 63 titik mulai berjalan pada Juli 2025
• 37 titik menyusul pada Agustus 2025
• 66 titik dimulai pada akhir September hingga awal Oktober 2025
Totalnya 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sekolah Rakyat menampung 15.954 siswa, didampingi 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Angka-angka ini penting bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk dijaga. Karena di balik setiap angka, ada anak yang sedang belajar menggenggam kembali masa depannya.
Sekolah Rakyat tidak dibangun untuk anak-anak yang sudah punya akses. Ia dibangun untuk mereka yang selama ini nyaris tak terdengar suaranya.
Hasil penjangkauan dan verifikasi lapangan yang kami lakukan bersama pendamping sosial, dinas sosial daerah, dan BPS, kemudian mendapatkan persetujuan kepala daerah sebelum ditetapkan menunjukkan kondisi keluarga siswa yang benar-benar rentan:
1. 60% orang tua bekerja sebagai buruh, buruh harian lepas, kuli bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, pemulung, dan pekerjaan serupa yang penghasilannya tidak menentu.
2. 67% penghasilan keluarga berada di bawah Rp1.000.000 per bulan.
3. 65% memiliki tanggungan keluarga lebih dari 4 orang.
4. Ada 454 siswa yang berasal dari kelompok tidak/belum pernah mengenyam pendidikan.
5. Ada 298 siswa yang putus sekolah/tidak lulus, dan sebagian dari mereka sudah bekerja pada usia yang sangat muda.
6. Kami juga menemukan kenyataan yang lebih sunyi: banyak anak berasal dari keluarga orang tua tunggal, dan sebagian mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Inilah wajah "yang tak terlihat" itu. Dan di sinilah Sekolah Rakyat berdiri: memastikan negara tidak datang terlambat.
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Republik Federal Jerman FrankWalter Steinmeier tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan dan akan bertemu
NASIONAL
MEDAN Sejumlah elemen mahasiswa di berbagai daerah dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi tersebut berlangsu
PERISTIWA
LABUHANBATU SELATAN Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, secara resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur&039a
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan 130 jemaah haji asa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan ini terjadi seiri
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan terjadi seiring meningkatnya m
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu, 14 Juni 2026. Kenaikan ini
EKONOMI
MEDAN Nama dr. Ferdinand Lumban Tobing mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya. Namun, sosok kelahiran Tapanuli ini memi
SOSOK