Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
Enam bulan adalah waktu yang singkat untuk menyelesaikan persoalan turun-temurun. Tetapi enam bulan cukup untuk melihat tanda-tanda awal: bahwa jika anak merasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh.
Perubahan pertama yang kami lihat ada pada kesehatan. Berat badan dan tinggi badan meningkat, kebugaran membaik, anemia menurun.
Bahkan, tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu tiga bulan. Ini terlihat sederhana, tetapi sangat mendasar: anak yang sehat punya kesempatan belajar yang lebih baik.
Perubahan juga terjadi pada mental dan perilaku. Anak-anak menjadi lebih disiplin, lebih lembut dalam bersikap, tidak mudah mengantuk di kelas, dan semakin mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang meraih prestasi membanggakan.
Di sisi akademik, perubahan terjadi dari yang paling dasar. Ada anak yang sebelumnya belum lancar membaca, kini mulai mengeja dengan percaya diri, lalu membaca dengan lebih lancar.
Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang beragam: ada yang kuat di STEM, ada yang menonjol di bidang sosial, ada pula yang berbakat di bahasa.
Yang paling menggetarkan hati sering kali datang dari orang tua. Setelah beberapa bulan, anak-anak mendapat kesempatan pulang. Pesan-pesan yang kami terima sederhana, tapi dalam maknanya:
• "Terima kasih, anak kami lebih rajin sholat, bahkan mengajak kakak-kakaknya."
• "Terima kasih, sekarang anak kami bisa bangun pagi."
• "Puji Tuhan, sekarang anak kami mau membantu beres-beres rumah."
• "Terima kasih, anak kami tidak lagi kecanduan HP."
• "Terima kasih, anak kami tidak lagi menyendiri, mau bermain, dan lebih percaya diri."
Pada titik ini, kami semakin yakin: Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah anak; Sekolah Rakyat memulihkan harapan dalam satu keluarga.
Memutus rantai kemiskinan berarti juga menguatkan keluarganya
Sesuai Inpres No. 8 Tahun 2025, Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Karena itu, ikhtiar ini tidak berhenti pada pendidikan anaknya. Kami juga memetakan kondisi sosial ekonomi keluarga siswa dengan berbekal DTSEN.
Keluarga siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan intervensi: bantuan sosial yang lengkap, jaminan kesehatan nasional, perbaikan rumah tidak layak huni, program pemberdayaan, serta fasilitasi menjadi anggota Koperasi Merah Putih untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Tujuannya jelas: bukan hanya anaknya yang tumbuh dan lulus, tetapi keluarganya ikut berdaya dan "naik kelas".
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA