BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Ketika Nama Kucing Mengalahkan Korupsi

- Rabu, 17 Juni 2026 11:04 WIB
Ketika Nama Kucing Mengalahkan Korupsi
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM. (foto: Mahfud MD Official/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada masa Orde Baru, kritik terhadap penguasa kerap dibingkai sebagai tindakan subversif, anti-pembangunan, anti-Pancasila, bahkan anti-negara.

Akibatnya, batas antara negara, pemerintah, rezim, dan pribadi pemimpin menjadi kabur. Padahal, dalam demokrasi modern, justru pemisahan itulah yang wajib dijaga.

Pemerintah bisa dikritik. Presiden bisa diejek. Kebijakan bisa ditolak. Program negara bisa dibongkar.

Semua itu bukan penghinaan terhadap bangsa, melainkan bagian dari mekanisme koreksi warga negara.

Dalam teori ruang publik Jürgen Habermas, demokrasi membutuhkan ruang percakapan rasional tempat warga dapat menguji klaim kekuasaan secara terbuka (Goode, 2005).

Ruang publik tidak boleh dikendalikan oleh rasa tersinggung elite.

Bila setiap ekspresi keras langsung diperlakukan sebagai serangan terhadap martabat negara, maka ruang publik berubah menjadi ruang ketakutan.

Warga tidak lagi berdiskusi, tetapi menebak-nebak batas perasaan pejabat.

Demokrasi seperti ini bukan demokrasi deliberatif, melainkan demokrasi yang dikebiri oleh moralitas kekuasaan.

Masalahnya menjadi lebih tajam ketika pernyataan moral itu muncul bersamaan dengan isu yang jauh lebih besar, yaitu dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis.

Kejaksaan Agung telah mengungkap dugaan markup pengadaan di Badan Gizi Nasional, termasuk pengadaan motor listrik bernilai sekitar Rp1 triliun, sepatu, tablet, dan televisi yang disebut tidak sesuai kebutuhan riil.

Di sini, pertanyaan publik menjadi sangat sah, yaitu mengapa energi moral begitu besar dikerahkan untuk mengecam nama kucing, tetapi kemarahan etik terhadap dugaan korupsi program rakyat terdengar jauh lebih prosedural, halus, dan hati-hati?

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kepala Bakom: Salah Besar Menuntut Prabowo Menghentikan MBG, Itu Janji Kampanyenya
Kepala Bakom: Hanya Tuntutan dan Tanpa Dialog, Itu Bukan Demokrasi
Gedung DPR hingga Kantor BGN Jadi Lokasi Aksi Unjuk Rasa Hari Ini, 4.576 Personel Gabungan Disiagakan
SPCP IPDN 2026 Segera Dibuka! Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tahapan Seleksi Calon Praja
Rupiah Melemah Setelah 5 Hari Menguat, Terkoreksi ke Rp17.747 per Dolar AS
Jadi Bursa Terkuat di Asia Pagi Ini, IHSG Menguat 1,41 Persen!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru