BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Ketika Nama Kucing Mengalahkan Korupsi

- Rabu, 17 Juni 2026 11:04 WIB
Ketika Nama Kucing Mengalahkan Korupsi
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM. (foto: Mahfud MD Official/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Padahal, sejarah GMKI tidak lahir untuk menjadi pagar perasaan penguasa.

GMKI tumbuh dalam tradisi kekristenan sosial yang menekankan pelayanan, kebenaran, keadilan, dan keberpihakan pada yang lemah.

Tokoh seperti Johannes Leimena memberi teladan bahwa iman Kristen dalam politik bukanlah alat untuk mendekati kekuasaan, melainkan kompas moral untuk menjaga kemanusiaan dan republik.

Leimena tidak dikenang karena memuja presiden, tetapi karena integritas, kesederhanaan, dan kemampuannya menempatkan etika di atas transaksi politik.

Begitu juga T.B. Simatupang, tokoh Kristen, pemikir kebangsaan, dan negarawan, yang mengajarkan pentingnya iman yang bertanggung jawab dalam kehidupan publik.

Kekristenan dalam ruang sosial tidak boleh menjadi dekorasi moral kekuasaan. Ia harus menjadi suara kenabian.

Suara kenabian tidak selalu nyaman. Ia menegur raja, membela korban, menolak ketidakadilan, dan berani berdiri ketika mayoritas memilih diam.

Dalam tradisi gereja, Dietrich Bonhoeffer menjadi contoh radikal tentang tanggung jawab iman di hadapan kekuasaan yang menyimpang.

Bonhoeffer tidak mengajarkan gereja untuk menjadi sopan di hadapan ketidakadilan. Ia mengajarkan bahwa diam terhadap kejahatan adalah bentuk keterlibatan moral.

Dalam konteks Indonesia, tentu situasinya berbeda, tetapi prinsip etiknya tetap relevan, yaitu gereja dan organisasi Kristen tidak boleh kehilangan keberanian profetik hanya karena takut dianggap tidak santun terhadap penguasa.

Maka, ketika seorang pemimpin organisasi mahasiswa Kristen lebih sibuk mengangkat isu penghinaan simbolik daripada membongkar struktur korupsi secara lebih tajam, publik berhak kecewa.

Bukan karena pemimpin itu tidak boleh membela etika komunikasi. Ia boleh. Bahkan perlu.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kepala Bakom: Salah Besar Menuntut Prabowo Menghentikan MBG, Itu Janji Kampanyenya
Kepala Bakom: Hanya Tuntutan dan Tanpa Dialog, Itu Bukan Demokrasi
Gedung DPR hingga Kantor BGN Jadi Lokasi Aksi Unjuk Rasa Hari Ini, 4.576 Personel Gabungan Disiagakan
SPCP IPDN 2026 Segera Dibuka! Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tahapan Seleksi Calon Praja
Rupiah Melemah Setelah 5 Hari Menguat, Terkoreksi ke Rp17.747 per Dolar AS
Jadi Bursa Terkuat di Asia Pagi Ini, IHSG Menguat 1,41 Persen!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru