Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Jika ditilik menggundakan teori ekonomi publik, maka sebetulnya utang merupakan instrumen yang sah untuk mempercepat pembangunan.
Letak permasalahannya berada pada efektivitas penggunaannya.
Dengan kata lain, apabila dana pinjaman lebih banyak digunakan untuk belanja yang bersifat konsumtif atau tidak menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang memadai, maka manfaat utang akan jauh lebih kecil dibandingkan beban yang harus ditanggung generasi berikutnya.
Sebaliknya, jika utang luar negeri diarahkan pada investasi produktif yang meningkatkan kapasitas ekonomi nasional, maka pinjaman tersebut dapat menjadi lavarage bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Jalan Keluar
Bertambanhnya utang luar negeri semestinya menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk kembali merefleksikan diri sembari memperkuat strategi pembiayaan pembangunan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Jalan keluar pertama adalah meningkatkan kualitas penerimaan negara melalui reformasi perpajakan yang lebih efektif.
Fokus utama harus diarahkan bukan sekadar menaikkan tarif pajak, tapi bagaimana memperluas basis pajak, melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan memanfaatkan digitalisasi untuk mempersempit ruang penghindaran pajak.
Melalui penerimaan yang lebih kuat, ketergantungan negara terhadap pembiayaan utang luar negeri dapat ditekan secara bertahap.
Selanjutnya, memastikan setiap rupiah utang harus benar-benar produktif bukan sekadar pembiayaan program yang habis pakai.
Ia harus benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
Pemerintah dalam hal ini harus menerapkan evaluasi yang lebih ketat terhadap proyek-proyek yang dibiayai melalui pinjaman.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.