Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dengan demikian, prioritas pembiayaan harus diberikan kepada investasi yang mampu meningkatkan produktivitas nasional, seperti infrastruktur strategis, pendidikan, riset dan inovasi, ketahanan pangan, transformasi digital, serta pengembangan industri bernilai tambah tinggi.
Jika langkah ini diambil, maka utang tidak sekadar menjadi beban, melainkan dapat menciptakan kapasitas baru yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara di masa depan.
Di saat bersamaan, target penerimaan devisa perlu dilakukan melalui penguatan sektor industri dan peningkatan ekspor bernilai tambah.
Kegiatan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan manufaktur berteknologi menengah dan tinggi, serta perluasan pasar ekspor adalah opsi yang harus dioptimalkan guna memperkuat posisi neraca pembayaran sehingga risiko ketergantungan terhadap pembiayaan luar negeri semakin berkurang.
Berikutnya, pendalaman pasar keuangan domestik juga menjadi salah satu langkah strategis yang tidak boleh diabaikan.
Pengembangan pasar obligasi nasional, misalnya, dapat meningkatkan partisipasi investor domestik, sekaligus optimalisasi dana pensiun, asuransi, dan lembaga investasi dalam negeri akan menyediakan alternatif pembiayaan yang lebih stabil.
Dengan demikian, semakin besar kemampuan Indonesia membiayai pembangunan dari sumber-sumber dalam negeri, maka akan semakin kecil pula eksposur terhadap gejolak pasar keuangan global.
Pada akhirnya, keberhasilan mengelola utang tidak selalu diukur melalui kemampuan membayar cicilan, melainkan juga dari kemampuan mengubah utang menjadi investasi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengetatan disiplin fiskal, tata kelola yang lebih terbuka dan akuntabel, efisiensi belanja negara, serta kebijakan ekonomi yang berorientasi produktivitas, Indonesia bukan hanya mengubah utang menjadi kekuatan, tapi juga mencipatakan jalan keluar menuju kemandirian.*
*) Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.