Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
Oleh:WT. Daniealdi
ADA pemandangan menarik dalam peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto tampak tersenyum lebar di panggung kehormatan. Di sebelah kanannya duduk Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo. Di sebelah kirinya duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tiga nama ini bukan sekadar tiga pejabat negara yang kebetulan duduk berdekatan. Mereka adalah tiga tokoh yang dalam beberapa tahun terakhir, menjadi bagian penting dari konfigurasi politik Indonesia. Prabowo adalah Presiden Republik Indonesia. Jokowi adalah presiden yang memimpin Indonesia selama dua periode dan menjadi salah satu figur politik paling menentukan dalam perjalanan politik Prabowo menuju Istana.Baca Juga:
Sementara Gibran adalah putra Jokowi yang kini mendampingi Prabowo sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Karena itu, posisi duduk mereka pada hari kemerdekaan bukan sekadar persoalan tata tempat protokoler. Ia menjadi gambar politik.
Terlebih karena kamera berkali-kali memperlihatkan Prabowo dan Jokowi berbincang hangat. Keduanya bahkan terlihat tertawa lepas ketika menyaksikan berbagai pertunjukan hiburan rakyat setelah prosesi upacara inti. Media menggambarkan suasana tersebut sebagai pemandangan hangat yang mewarnai peringatan kemerdekaan.
Ketiganya tampak menikmati pertunjukan bersama, sementara keakraban Prabowo dan Jokowi terlihat dari percakapan dan tawa yang berulang di panggung kehormatan. Pada saat yang sama, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia itu berlangsung dalam suasana yang sangat simbolik. Tema yang diusung adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Rangkaian acara juga dibuka dengan flypass 81 pesawat gabungan TNI dan Polri, pertunjukan yang secara simbolik merefleksikan usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Di tengah seluruh kemeriahan itu, justru interaksi tiga tokoh tadi yang menarik perhatian. Mengapa? Karena beberapa waktu terakhir ruang publik Indonesia diwarnai oleh spekulasi mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi.
Benarkah hubungan keduanya mulai renggang? Benarkah Prabowo sedang mengambil jarak dari Jokowi? Benarkah dinamika politik di sekitar Gibran telah menciptakan keretakan di antara dua tokoh yang sebelumnya terlihat sangat dekat? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan muncul dari ruang hampa. Ia tumbuh dari berbagai dinamika politik yang berkembang setelah Prabowo menjadi Presiden.
Komunikasi politik Prabowo dengan berbagai kekuatan politik, termasuk dengan mereka yang berada di luar orbit politik Jokowi, dibaca oleh sebagian pihak sebagai tanda perubahan arah. Diamnya Prabowo menghadapi sejumlah serangan politik terhadap Gibran juga ditafsirkan dengan cara yang sama. Sebagian orang bahkan mulai membangun kesimpulan bahwa hubungan yang dahulu begitu erat antara Prabowo dan Jokowi sedang memasuki fase baru.
Di sinilah gambar dari Istana pada 17 Agustus 2026, menjadi menarik. Sebab gambar tersebut seolah-olah memberikan jawaban yang berbeda. Bukan melalui konferensi pers. Bukan melalui pernyataan resmi ataupun melalui pidato politik. Melainkan melalui adegan sederhana. Prabowo duduk di antara Jokowi dan Gibran. Mereka berbincang, tertawa, dan menyaksikan pertunjukan bersama. Dan semuanya berlangsung di hadapan publik pada momentum yang paling simbolik dalam kehidupan berbangsa, yakni peringatan hari kemerdekaan.
Tentu saja, saya tidak sedang mengatakan bahwa satu adegan di Istana otomatis membuktikan bahwa seluruh dinamika politik antara Prabowo dan Jokowi baik-baik saja. Politik jauh lebih kompleks daripada gesture poloitik. Di balik pintu-pintu kekuasaan selalu ada komunikasi, negosiasi, kepentingan, perbedaan pandangan dan kalkulasi yang tidak seluruhnya diketahui publik.
Karena itu, kita tidak boleh naif. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan apa yang justru diperlihatkan secara terbuka kepada publik. Dalam politik, simbol memiliki makna.
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI