BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Lonjakan Kanker Paru pada Non-Perokok: Polusi Udara Jadi Ancaman Baru

Redaksi - Minggu, 16 Februari 2025 20:59 WIB
Lonjakan Kanker Paru pada Non-Perokok: Polusi Udara Jadi Ancaman Baru
Ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Kanker paru tetap menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, meskipun jumlah perokok global mengalami penurunan. Studi terbaru yang dipublikasikan di The Lancet Respiratory Medicine mengungkapkan peningkatan signifikan kasus kanker paru pada individu yang tidak pernah merokok. Para peneliti menyoroti polusi udara sebagai faktor utama yang diduga berkontribusi terhadap fenomena ini, terutama di kawasan Asia Timur, termasuk China.

Adenokarsinoma Meningkat di Kalangan Non-Perokok

Berdasarkan analisis data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 dan berbagai registrasi kasus kanker dari 1988 hingga 2017, penelitian ini menunjukkan bahwa adenokarsinoma menjadi jenis kanker paru yang paling umum di dunia. Adenokarsinoma menyumbang 45,6 persen dari kasus kanker paru pada pria dan 59,7 persen pada wanita. Jenis kanker ini juga mendominasi kasus pada kelompok non-perokok.

Dalam laporan tersebut, para ilmuwan mencatat tren peningkatan proporsi kanker paru di kalangan non-perokok seiring dengan menurunnya prevalensi merokok di berbagai negara. Bahkan, kanker paru pada kelompok ini kini menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima di dunia.

"Seiring berkurangnya jumlah perokok, proporsi kanker paru pada non-perokok justru meningkat. Temuan ini menjadi peringatan bagi upaya kesehatan global," tulis tim peneliti dalam makalah mereka.

Polusi Udara dan Risiko Kanker Paru

Polusi udara diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan lonjakan kasus kanker paru pada non-perokok. Asia Timur, terutama China, disebut sebagai kawasan dengan tingkat polusi udara tinggi yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker paru.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menghubungkan paparan polusi udara dengan mutasi sel yang menyebabkan kanker, khususnya adenokarsinoma paru. "Menurunnya kebiasaan merokok diikuti dengan meningkatnya faktor risiko lain, yaitu polusi udara, yang bukan hanya dipengaruhi oleh kebiasaan individu tetapi juga merupakan persoalan lingkungan global," ujar para peneliti.

Perlunya Langkah Pencegahan dan Kebijakan Lingkungan

Para ahli menekankan pentingnya pengembangan strategi pengendalian polusi udara sebagai langkah pencegahan kanker paru di masa depan. Selain itu, upaya berkelanjutan untuk mengurangi jumlah perokok tetap harus dilakukan guna menekan angka kejadian kanker paru secara keseluruhan.

"Temuan ini memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam merancang strategi pengendalian tembakau dan polusi udara, khususnya di daerah dengan tingkat insiden kanker paru yang tinggi," tutup laporan tersebut.

(km/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru