Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SIPIROK - Meski melakukan pengutipan retribusi di pintu masuk, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) ternyata tidak mengurus Bukit Simagomago dengan baik.
Paling tidak ini terlihat dari kondisi toilet dan banyaknya sampah yang berserakan di kawasan objek wisata perbukitan itu.
Pengamatan
bitvonline.com, Kamis (9/7/2026), di kawasan puncak Bukit Simagomago tersebut terdapat satu musholah dan toilet. Sayangnya, toilet tersebut tidak memiliki air sama sekali.
Baca Juga:
"Tidak ada airnya, Pak. Kering sama sekali," kata salah seorang ibu yang meloncat-loncat keluar dari toilet tersebut. "Jijik kali, Pak. Parah kali ini," tambah ibu itu sambil memegang tangan anaknya.
Ibu yang lain juga tampak mual-mual sambil berlari-lari kecil keluar dari toilet tersebut. "Saya ngk jadi masuk ke toilet, Pak. Baru sampai di pintunya aja, saya udah keluar. Bau sekali. Ngk tahan baunya. Mau muntah," katanya.
Aroma bau yang menyengat memang sudah tercium beberapa meter dari pintu toilet tersebut. Tidak heran, banyak pengunjung Bukit Simagomago tidak jadi masuk ke toliet karena tidak tahan dengan aroma baunya.

SAMPAH BERSERAK
Tidak hanya toilet yang bau dan tidak menyediakan air, kawasan puncak Bukit Simagomago itu juga tampak jorok karena sampah yang berserakan.
Sampah-sampah pengunjung berserak di kawasan puncak bukit. Hal ini semakin membuat objek wisata itu menjadi tidak nyaman bagi masyarakat pengunjung.
Memang di beberapa titik, ada papan pengumuman bertuliskan "Jika Anda Bukan Orang Sembarangan, Jangan Buang Sampah Sembarangan".
Pengumuman tersebut dibuat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Talsel. Akan tetapi, papan pengumuman itu tentu saja tidak cukup. Karena ternyata tidak ada tampak tersedia tong sampah.
" Ada pengumuman larangan buang sampah. Tapi tidak ada tong sampahnya," kata seorang pengunjung nada kecewa.
DISAYANGKAN
Sejumlah pengunjung mengaku sangat kecewa terhadap Pemkab Tapsel yang mengelola objek wisata berhawa sejuk itu.
"Sebagai pengunjung, tentu saya sebagai pengunjung sangat kecewa. Sebab, Pemkab Tapsel sendiri melakukan pengutipan retribusi di pintu masuk Bukit Simagomago.
"Pemkab Tapsel kan melakukan pengutipan retribusi di pintu masuk. Saya sendiri tadi disetop di pintu masuk dan diminta uang masuk sebesar Rp 25.000," kata pria mengaku bermarga Siregar.
Seharusnya, lanjutnya, dengan pengutipan retribusi itu, Pemkab Tapsel seharusnya mengelola kawasan objek wisata itu dengan baik. "Air di toilet wajib tersedia. Sampah yang berserakan bisa dikelola dengan baik," katanya.
Karena itu, pengunjung lain bermarga Harahap meminta agar Pemkab Tapsel jangan hanya seenaknya mengutip retribusi kepada masyarakat. Seharusnya, Pemkab Tapsel bertanggungjawab dengan konsisten melakukan perawatan.
"Pemkab Tapsel jangan taunya hanya mengitop uang masyarakat, tapi tidak melakukan perawatan," kata pengunjung lain bermarga Harahap.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.