Menhaj Sebut 14.115 Jemaah Umrah Masih Tertahan di Arab Saudi karena Gangguan Penerbangan
JAKARTA Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebutkan, sebanyak 50.374 jemaah umrah masih berada di Arab Saudi per 11
NASIONAL
AMERIKA SERIKAT -Sebuah cerita legenda urban yang mengejutkan telah mengelilingi nama besar Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Soekarno disebut-sebut memiliki emas batangan seberat 57 ton yang tersimpan di Bank Swiss. Mitos ini bahkan mengklaim bahwa seluruh emas tersebut dipinjam oleh Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy pada tahun 1963 untuk keperluan pembangunan negara adidaya tersebut.
Namun, jika kita mengacu pada fakta sejarah yang ada, cerita tersebut jelas bertolak belakang dengan realitas kehidupan Soekarno. Selama masa kepemimpinannya sebagai presiden, Soekarno menghadapi tantangan finansial yang amat besar. Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis AS, Cindy Adams, Soekarno mengungkapkan bahwa gajinya sebagai presiden hanya sekitar 220 dolar AS. Ia tidak memiliki rumah pribadi atau tanah, hidupnya bergantung pada fasilitas negara yang tersedia.
“Soekarno pernah mengungkapkan, ‘Adakah kepala negara lain yang hidup dalam kemiskinan seperti aku, sering kali harus meminjam uang dari ajudan-ajudanku?'” demikian dikutip dari Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1964).
Putra pertamanya, Guntur Soekarnoputra, juga membenarkan kondisi ekonomi keluarga Soekarno. Dalam sebuah kolom opini yang diterbitkan di Media Indonesia pada September 2020, Guntur menegaskan bahwa sejak sebelum menjadi presiden, keuangan Soekarno selalu menipis. Bahkan, sebagai presiden, Soekarno dianggap sebagai salah satu kepala negara paling miskin di dunia.
Sejarawan Indonesia, Ong Hok Ham, juga mengklarifikasi bahwa rumor tentang kekayaan besar Soekarno tidak memiliki dasar sejarah yang kuat. Melalui tulisannya, Kuasa dan Negara (1983), Ong menolak klaim bahwa Soekarno mewarisi harta dari kerajaan Mataram Islam atau memiliki emas sebanyak yang diperbincangkan oleh legenda urban tersebut.
Ong menjelaskan bahwa harta kerajaan kuno tersebut sebenarnya tidak sebesar yang diduga, dan Mataram Islam pada saat itu bahkan masih memiliki utang kepada VOC. Fakta sederhana yang disampaikan oleh Ong adalah bahwa jika Soekarno benar-benar memiliki emas sebanyak yang diklaim, ia tidak akan menghadapi kesulitan finansial yang dialaminya hingga akhir hayatnya.
Dengan demikian, mitos tentang emas batangan Soekarno ternyata tidak berdasar pada kenyataan historis yang tersedia. Hal ini menjadi sebuah pelajaran bahwa di balik figur sejarah yang besar, seringkali muncul mitos dan cerita yang tidak sesuai dengan realitas kehidupan mereka.
(N/014)
JAKARTA Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebutkan, sebanyak 50.374 jemaah umrah masih berada di Arab Saudi per 11
NASIONAL
JAKARTA Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke7 Joko Widodo, Rismon Hasiholan Sianipar, resmi mengajukan permohonan restorativ
HUKUM DAN KRIMINAL
PEKANBARU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memindahkan penahanan Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, beserta dua tersangka lain
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara mulai menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Tahun ini, jumlah peneri
EKONOMI
JAKARTA Komisi VIII DPR menggelar rapat bersama Kementerian Haji dan Umrah untuk membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di t
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kabupat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat banyak kritik dari warganet di media sosial setelah nilai tukar rupiah se
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit Rp135,7 triliun hingga 28 Februari 20
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan proses penyidikan terkait tragedi longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Banta
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang
INTERNASIONAL