Zulhas Ungkap Program MBG Boros Rp1 Triliun per Bulan, Jumlah Dapur Melonjak Tajam
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap adanya pembengkakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (
EKONOMI
MEDAN -Suasana haru dan antusias menyelimuti kantor DPD PDIP Sumatra Utara pada Senin (6/5/2024) siang, ketika Edy Rahmayadi, tokoh yang dikenal dengan karir militer dan kepemimpinannya yang kuat, resmi mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Gubernur Sumatra Utara ke PDIP.
Kehadiran Edy Rahmayadi disambut dengan hangat oleh Ketua Bappilu PDIP Sumut, Mangapul Purba, dan Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon. “Hari ini, 6 bulan Mei 2024, kita kedatangan tamu terhormat yaitu Bapak Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur di rumah besar PDI Perjuangan. Kami sangat mengapresiasi kedatangan beliau ke kantor kami ini untuk mencalonkan sebagai calon Gubernur Sumatra Utara periode 2024-2029,” ujar Rapidin Simbolon dengan penuh semangat.
Pada kesempatan yang sama, Edy Rahmayadi menyatakan alasan memilih PDIP sebagai tempat mendaftar, mengatakan bahwa partai tersebut adalah partai yang besar. “Saya tunaikan hak saya untuk mendaftar ke partai PDI Perjuangan berlogo banteng, kewajiban saya memenuhi semua berkas yang ada, saya antar kemari. Menjalankan hak dan kewajiban saya ke partai ini, partai besar, partai yang sudah melahirkan bangsa ini membesarkan bangsa ini,” kata Edy dengan tegas.
Pada catatan sebelumnya, Edy mengungkap bahwa ia pernah mendaftar ke PDIP pada Pilgub Sumut tahun 2018. Namun saat itu, PDIP memilih untuk mengusung kader mereka, Djarot Syaiful Hidayat berduet dengan Sihar Sitorus. Meskipun demikian, Edy menilai PDIP sebagai partai yang paling hebat, sehingga memutuskan untuk kembali mendaftar di periode kedua ini.
Meski bukan merupakan kader PDIP, Edy menyatakan kesiapannya untuk bersaing dalam proses seleksi di partai tersebut. “Namanya kontestasi diawali seperti ini, seperti tadi yang disampaikan nanti dicek, ditimbang, kalau perlu diuji, siapa yang diusung nantinya oleh partai saya serahkan mekanisme, yang penting saya sudah mendaftarkan diri saya untuk ikut kontestasi dengan segala kekurangan pada diri saya,” ungkapnya dengan mantap.
Dalam konteks politik Sumatra Utara, langkah Edy Rahmayadi ini tentu menjadi sorotan utama. Dengan latar belakang militer yang kuat dan reputasi kepemimpinan yang diakui banyak pihak, kehadirannya dalam kontestasi politik di Sumut akan menjadi dinamis dan menarik untuk diikuti. Bagaimana perjalanan selanjutnya Edy Rahmayadi di PDIP dan bagaimana dinamika politik Sumatra Utara akan berkembang, tetaplah mengikuti berita kami untuk informasi yang lebih mendalam.
(N/014)
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap adanya pembengkakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk tahu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,27 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dana itu dir
PEMERINTAHAN
JAKARTA Konsep anggaran pertahanan di Indonesia dinilai perlu berubah dari sekadar biaya keamanan menjadi motor penggerak ekonomi nasion
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai potensi krisis ekonomi yang bis
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar subsidi ti
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai putusan Pengadilan Militer II08 Jakarta dalam kasus penyiraman air keras terhadap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Presiden ke7 RI Joko Widodo menyatakan keyakinannya bahwa Roy Suryo dan sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus du
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menanggapi peringatan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) terkait potensi terjadinya krisis kelaparan bes
NASIONAL