BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

Pemerintah Gelontorkan Rp 1-2 Triliun Sebulan untuk MBG, Cakup 2,9 Juta Penerima

Adelia Syafitri - Senin, 03 Maret 2025 17:26 WIB
Pemerintah Gelontorkan Rp 1-2 Triliun Sebulan untuk MBG, Cakup 2,9 Juta Penerima
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan bahwa pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 1-2 triliun setiap bulan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan akan dimulai pada Maret 2025.

Program ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi bagi 2,9 juta penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menjelaskan bahwa persiapan untuk pelaksanaan MBG telah dilakukan dalam dua bulan terakhir.

"Diperkirakan Maret akan dilaksanakan, mungkin per bulan bisa menyerap anggaran sampai Rp 1-2 triliun," ujarnya saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat pada Senin (3/3/2025).

Proses pembahasan anggaran untuk program ini, menurut Zulhas, sudah rampung dan pemerintah kini sedang mempersiapkan rantai pasokan yang diperlukan untuk mendistribusikan makanan bergizi.

Zulhas menekankan pentingnya koordinasi antar pemerintah daerah, karena distribusi di berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatera, dan Indonesia Timur memerlukan pendekatan yang berbeda.

"Karena itu kita siapkan rantai pasok. Kebutuhannya besar sekali, di Jawa tentu akan berbeda dengan Sumatera. Sumatera juga tentu akan berbeda dengan Indonesia Timur. Makanya itu kita butuh persiapan," tambah Zulhas.

Makan Bergizi Gratis akan dibagikan secara merata di seluruh daerah dengan melibatkan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Zulhas menegaskan bahwa program ini akan berjalan sepanjang tahun, dengan pembagian makanan dilakukan secara berkelanjutan.

"Bulan Maret ini akan lebih besar lagi, bahkan nanti tentu sampai akhir tahun dibagikan untuk 2,9 juta penerima manfaat," ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih dalam akses pangan yang sehat.

(km/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru