Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Sawang, Samudera, Lapang, Baktiya, Tanah Jambo Aye, dan Langkahan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, atau yang akrab disapa Ayahwa, mengajak seluruh lembaga donor lokal, nasional, maupun internasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah korban banjir.
Ia juga meminta dukungan Presiden RI Prabowo Subianto agar pemulihan Aceh Utara berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
"Lahan sudah kami sediakan, seluruhnya bersertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Kami membuka diri bagi lembaga donor yang ingin membantu pembangunanrumah, kami terima lapang dada," kata Ayahwa, Sabtu (27/12/2025).
Saat ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah menyanggupi pembangunan 500 unit rumah bagi korban banjir.
Syarat utama, rumah dibangun dekat lokasi korban sebelumnya agar warga tidak tercerabut dari akar ekonomi dan sosial mereka.
Dengan begitu, korban tetap dapat melanjutkan mata pencaharian seperti sebelumnya.
Bupati juga memaparkan kondisi pengungsi. Hingga kini, tercatat 67.876 pengungsi tersebar di 210 titik lokasi.
Kecamatan Tanah Jambo Aye menampung pengungsi terbanyak, yaitu 54 titik, diikuti Langkahan 50 titik, Sawang 33 titik, Baktiya Barat 22 titik, Lapang 18 titik, serta Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik.
Kabupaten Aceh Utara mencatat 212 korban jiwa dan enam orang hilang, menjadikannya daerah terdampak terparah dari banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Provinsi Aceh.
Kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi tenda keluarga, perlengkapan dapur, popok, kebutuhan bayi, kebutuhan wanita, serta perlengkapan ibadah.