Menurut Zaki, upaya ini mendesak karena sungai yang tidak dinormalisasi selama 20 tahun terakhir semakin dangkal dan menyempit, menjadi penyebab utama banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
"Kita akan berjuang tahun ini normalisasi sungai dan pelebarannya harus dimulai. Kalau tidak, banjir bisa terus terjadi, terutama yang sudah melanda dua tahun berturut-turut ini," ujar Zaki saat diwawancarai, Kamis (5/2/2026).
Zaki menjelaskan, pemerintah kota akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pemerintah pusat untuk memastikan proses normalisasi berjalan lancar.
Selain itu, ia juga menyinggung rencana pembangunan rumah susun bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, sebagai solusi hunian yang lebih aman.
Dalam kunjungan ke Sungai Deli, Wakil Wali Kota Medan menemukan banyak rumah dan gedung yang dibangun di badan sungai.
Zaki menilai keberadaan bangunan tersebut mempersempit aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir.
"Semua rumah-rumah di bantaran sungai ini harus minimal tidak membuang sampah sembarangan dan jangan lagi membangun di situ. Sudah banyak rumah yang terkena banjir, bahkan ada yang roboh. Ini bisa membahayakan nyawa warga," tegasnya.
Selain itu, Zaki menyoroti sampah yang berserakan di sungai, mayoritas bersumber dari rumah-rumah di pinggir sungai.
Pemerintah kota akan menyurati pemilik rumah dan gedung agar tidak membuang sampah ke sungai dan mendukung normalisasi sungai berjalan lancar.
Peninjauan ini merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah untuk memulai gerakan bersih-bersih sungai dan lingkungan, dimulai dari kantor hingga rumah warga.
"Kita melaksanakan perintah Bapak Presiden agar seluruh masyarakat, terkhusus kepala daerah, prokopimda, memulai kegiatan bersih-bersih, minimal dari kantor dan rumah," kata Zakiyuddin.