Suasana ceria terlihat saat mereka menampilkan drama "Terima Kasih Guruku" oleh TK Negeri Pembina I serta tarian daerah oleh TK Azzuhra.
Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Airin mengajak anak-anak mengikuti kuis sederhana.
Dua peserta berhasil menjawab pertanyaan dan menerima hadiah berupa boneka, sementara peserta lainnya memperoleh buku dongeng dan paket hadiah.
Airin menyebut dongeng bukan sekadar hiburan, melainkan metode pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kemampuan dasar anak, mulai dari membaca, menulis, hingga berhitung.
"Melalui dongeng, anak-anak belajar mengenal huruf, kata, angka, hingga memahami hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses belajar melalui cerita membuat anak lebih mudah memahami materi karena disampaikan dengan cara yang menyenangkan.
Selain itu, dongeng juga melatih daya imajinasi, kosakata, serta kemampuan berpikir logis.
Airin menegaskan Pemerintah Kota Medan mendorong penguatan literasi sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan generasi yang cerdas dan percaya diri.
Ia juga mengajak orang tua dan pendidik untuk membiasakan kegiatan mendongeng di rumah maupun sekolah.
"Dari cerita, anak-anak bisa bermimpi, belajar, dan meraih cita-cita," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TP PKK Kota Medan, perangkat daerah, serta para camat dan lurah se-Kota Medan.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Hari Dongeng Sedunia di Medan, Airin Rico Waas: Dongeng Bantu Anak Kuasai Literasi dan Numerasi Sejak Dini