Plh Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menghadiri kegiatan Ngobrol Pintar Balai GASKAN, Jumat malam (22/5/2026). (foto: Pemko Tanjungbalai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
TANJUNGBALAI – Balai GASKAN (Gagasan Cendekiawan) menggelar kegiatan Ngobrol Pintar bertema "Pemuda Sebagai Garda Terdepan Dalam Mengkampanyekan Lingkungan Bersih di Kota Tanjungbalai", Jumat malam (22/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, sebagai keynote speaker bersama aktivis lingkungan dan perwakilan pelajar serta mahasiswa.
Acara yang berlangsung di Gedung Wanita Kota Tanjungbalai itu turut dihadiri Dinas Lingkungan Hidup, aktivis lingkungan dari Komunitas Peduli Lingkungan (KOPLING) Alrivai Zuherisa (Aldo), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi, serta pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat se-Kota Tanjungbalai.
Dalam sambutannya, Muhammad Fadly Abdina menyampaikan apresiasi atas inisiatif Balai GASKAN yang menghadirkan ruang diskusi bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan terkait pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Ia juga menyampaikan salam dari Wali Kota Tanjungbalai yang saat ini sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang kepada generasi muda untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan menyampaikan gagasan terkait masa depan Kota Tanjungbalai, khususnya dalam isu lingkungan," ujar Fadly.
Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam mendorong perubahan sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai isu strategis, termasuk pengelolaan lingkungan.
Dalam pemaparannya, Fadly menjelaskan empat aspek utama pembangunan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Tanjungbalai, yakni pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan sosial, penguatan sektor pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah berupaya melakukan penataan tata ruang kota secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Sementara di bidang sosial, pemerintah fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung.
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.