Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Satuan Tugas Pangan menemukan penyebab kelangkaan dan kenaikan harga beras di wilayahnya.
Hasil penelusuran menunjukkan masalah utama berasal dari turunnya pasokan gabah dari petani serta tingginya harga bahan baku di tingkat penggilingan.
Baca Juga:
Temuan itu diperoleh setelah tim gabungan Pemko Tanjungbalai melakukan monitoring ke dua kilang padi di Kabupaten Asahan, Senin (6/7/2026).
Dari hasil pengecekan, sejumlah merek beras premium di pasaran mulai sulit ditemukan, termasuk beras premium AA hingga Cap Jeruk.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemko Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengatakan kondisi ini dipicu menurunnya suplai dari produsen.
Akibatnya, pasokan beras ke pasar ikut terganggu.
"Memang masalahnya ini ada di petani. Kita dari Pemko Tanjungbalai akan melakukan monitoring dan mencari solusi terhadap permasalahan ini," ungkap Tajul.
Dari hasil monitoring, Pemko juga menemukan produksi di kilang padi mengalami penurunan cukup signifikan.
Di PT Jampalan Baru, misalnya, pihak pengelola mengakui produksi menurun karena sulitnya mendapatkan gabah.
"Memang produksi kami berkurang. Hanya saja saya tidak tau berapa persen berkurangnya, karena manager produksi sedang tidak disini," kata Manager Representative PT Jampalan Baru, Khairani.
Ia menjelaskan, berkurangnya gabah dari petani membuat aktivitas produksi ikut melambat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.