BREAKING NEWS
Sabtu, 11 Juli 2026

Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Toleransi dan Keberagaman: Perbedaan Jadi Kekuatan Pembangunan

Abyadi Siregar - Jumat, 10 Juli 2026 16:48 WIB
Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Toleransi dan Keberagaman: Perbedaan Jadi Kekuatan Pembangunan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat membuka Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (10/7/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi dan merawat keberagaman sebagai modal sosial yang penting untuk mendukung pembangunan Kota Medan.

Menurutnya, keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus terus dipelihara agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat membuka Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Rico Waas mengatakan Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Kondisi tersebut juga tercermin di Kota Medan yang dikenal sebagai miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.

Untuk menggambarkan pentingnya keberagaman, Rico Waas mengibaratkan Kota Medan seperti sebuah taman yang dipenuhi berbagai jenis bunga dengan warna dan bentuk yang berbeda.

"Bayangkan kalau sebuah taman hanya punya satu bunga yang sama dari ujung ke ujung. Awalnya mungkin indah, tapi lama-lama kita bosan. Tapi bayangkan jika sebuah taman yang di dalamnya ada warna hijau, biru, kuning, ada rumput, ada bunga dengan tekstur berbeda. Itulah sebuah taman yang indah dan enak dipandang karena ada harmoni," kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas, sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan telah diajarkan sejak dini.

Karena itu, nilai-nilai tersebut harus terus dipertahankan agar kerukunan yang telah terbangun tidak berhenti pada generasi saat ini.

Ia meminta para camat dan seluruh elemen masyarakat menjadi agen harmoni dengan menyosialisasikan pentingnya pengisian E-Survey Indeks Harmoni Indonesia kepada masyarakat, terutama generasi muda.

"Kita hari ini mungkin sepakat di dalam ruangan ini, tetapi kita harus cek bagaimana dengan Gen Z dan Gen Alpha kita? Apakah mereka berpikir hal yang sama? Kita harus melakukan transfer knowledge kepada anak-anak kita agar perbedaan ini tidak menjadi pembatas, melainkan menjadi kekuatan yang memajukan ekonomi dan pembangunan kota kedepannya," tegasnya.

Rico Waas juga kembali mengingatkan makna semboyan "Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan."

Menurutnya, Kota Medan adalah rumah bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.

"Mari terus kita jaga harmonisasi ini. Perbedaan yang ada bukan menjadi problem, tapi justru harus dijadikan kekuatan untuk kita membangun bersama kota Medan," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Andi Mario Siregar mengatakan pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) dilaksanakan di 19 provinsi, termasuk Sumatera Utara.

Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat Kota Medan cukup tinggi.

Hingga Jumat pagi pukul 08.00 WIB, jumlah warga yang telah mengisi e-survey mencapai 2.020 orang, melampaui target yang ditetapkan.

"Antusiasme warga Medan pun terbukti sangat tinggi. Kami lihat sampai tadi pagi jam 08.00 WIB, jumlah penduduk Kota Medan yang sudah mengisi e-survey ini telah melampaui target, yaitu sebanyak 2.020 orang. Harapan kita ke depan adalah sebaran data yang merata di seluruh wilayah," ungkap Andi Mario.

Menurutnya, hasil survei akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis data, terutama pada sektor ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman.

Selain itu, survei ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan sosial demi terciptanya suasana yang aman dan damai.

Kegiatan sosialisasi dijadwalkan berlangsung pada 10, 13, dan 14 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 500 peserta.

Acara turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta para camat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Akui Ada Penyusup di Program MBG, Minta Kepala Daerah dan Aparat Keamanan Ikut Mengawasi
Pemprov Sumut Dorong OPD Perkuat Media Sosial, Komunikasi Publik Harus Cepat dan Responsif
Menkop Ferry Juliantono Ziarah ke Makam Bung Hatta, Dorong Koperasi Kembali Jadi Pilar Ekonomi Rakyat
Dr. Budi Suryanto Dorong Sistem "Satu Tanah, Satu Surat, Satu Kepemilikan" untuk Akhiri Sengketa Agraria
Polrestabes Medan Gerebek Gudang Vape Narkoba Berkedok Rumah Kos, 680 Barang Bukti Disita
Tak Jauh dari Medan, 6 Wisata Alam Ini Punya Sungai Jernih dan Udara Sejuk
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Mimpi Negeri Tanpa Amplop

Mimpi Negeri Tanpa Amplop

OlehHerman DirgantaraOur Government is the potent, the omnipresent teacher. For good or for ill, it teaches the whole people by its exampl

OPINI