Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelaku usaha lokal, khususnya yang bergerak di bidang kuliner Korea, Jepang, maupun Tionghoa, untuk bertukar pengalaman dengan para chef, profesor, serta mahasiswa dari Korea Selatan.
"Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha lokal dapat mempelajari tren kuliner yang sedang berkembang, termasuk makanan jalanan Korea yang tengah digemari masyarakat," ungkap Rico.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memperkenalkan kuliner Korea kepada masyarakat Medan, tetapi juga membuka peluang bagi produk kuliner lokal untuk dikenal lebih luas.
Ketua BPD PHRI Sumatera Utara Melky Maydiroy Waas menjelaskan, sebanyak 33 delegasi dari Hyejeon University yang terdiri dari mahasiswa, profesor, dan master chef akan berada di Sumatera Utara pada 13–16 Juli 2026.
Selama berada di Medan, rombongan dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kunjungan ke sejumlah kampus dan sekolah, seminar, workshop, demonstrasi memasak, pameran kuliner Korea, hingga roadshow edukasi ke beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup melalui K-Food Global Culinary Challenge 2026 yang berlangsung pada 16 Juli 2026 di Hotel Santika Medan.
Melky berharap kerja sama antara Kota Medan dan Hyejeon University dapat memperkuat hubungan Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang pendidikan, kuliner, pariwisata, perhotelan, serta pengembangan UMKM.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan dan membawa produk khas Medan semakin dikenal di tingkat internasional.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.