BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Cegah Ancaman SiLPA dan Serapan Nol Persen: Satgas PRR Minta Pemprov Aceh Dampingi Pemda Maksimalkan Dana TKD Pascabencana

Raman Krisna - Kamis, 13 Agustus 2026 21:28 WIB
Cegah Ancaman SiLPA dan Serapan Nol Persen: Satgas PRR Minta Pemprov Aceh Dampingi Pemda Maksimalkan Dana TKD Pascabencana
Tim Satgas PRR Aceh meninjau pemulihan pascabencana di Subulussalam, Aceh. (Foto: Dok : Satgas PRR/Kudus Purnomo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUBULUSSALAM – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memperkuat asistensi dan pengawasan terhadap pemerintah kabupaten/kota agar tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp84,9 miliar segera direalisasikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Tim Satgas PRR meninjau kebutuhan perbaikan drainase dan saluran air pertanian di Desa Panglima Sahman, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung kembali aktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko terganggunya layanan dasar masyarakat.

Berdasarkan hasil monitoring hingga 12 Agustus 2026, realisasi belanja tambahan TKD Kota Subulussalam masih berada di angka nol persen. Padahal, anggaran tersebut telah tersedia dan dialokasikan untuk mendukung program rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

Baca Juga:

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, meminta Pemprov Aceh mengambil peran aktif dalam mendampingi pemerintah daerah. Asistensi diperlukan untuk membantu menyelesaikan hambatan administrasi, mempercepat proses perencanaan, hingga memastikan pelaksanaan program berjalan di lapangan.

"Saya minta agar Pemprov, di sisa waktu empat bulan ini, melakukan asistensi dan monitoring terhadap Pemko Subulussalam. Karena kalau tidak dilakukan, anggaran bisa tidak terserap maksimal dan terjadi SiLPA," kata Imran.

Menurut Imran, pendampingan tidak hanya diperlukan untuk Kota Subulussalam. Daerah lain yang realisasi tambahan TKD-nya masih rendah, seperti Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Nagan Raya, juga perlu mendapatkan perhatian.

Ia menegaskan percepatan pemulihan tidak boleh berhenti pada rapat maupun penyusunan perencanaan. Seluruh perangkat daerah diminta segera menyelesaikan tahapan administrasi dan pengadaan agar kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dikerjakan.

"Sebenarnya kita enggak ada lagi debat, yang penting eksekusi di lapangan. Sehingga masyarakat merasa nyaman dan merasa diperhatikan. Serapan kalian masih sangat rendah," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Subulussalam Asrul Assani mengatakan pihaknya tengah menyiapkan perencanaan secara menyeluruh untuk mengejar ketertinggalan realisasi anggaran.

Asrul menjelaskan, salah satu kendala yang menyebabkan pencairan anggaran belum berjalan adalah persoalan administrasi dalam penerbitan Peraturan Kepala Daerah.

"Kami akan lakukan perencanaan secara menyeluruh secepatnya. Sesuai monitoring di Satgas PRR pusat, fokus serapan anggaran dan kegiatan ini akan dimaksimalkan sampai Desember selesai. Itu yang akan kami lakukan secepatnya," ujar Asrul.

Pemkot Subulussalam juga berencana membentuk Posko Satgas PRR tingkat kota. Posko tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, memantau perkembangan kegiatan, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang muncul selama proses pemulihan.

Satgas PRR menekankan tambahan TKD harus segera diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak bencana. Percepatan pelaksanaan tetap harus dilakukan dengan mengikuti ketentuan administrasi dan regulasi yang berlaku.* (dh)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Anggaran Rp84 Miliar Masih Nol Persen: Satgas PRR Sentil Pemkot Subulussalam dan Desak Eksekusi Nyata di Lapangan
Kisah Haru Guru Ngaji Sukarela di Pedalaman Aceh Utara: Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Lapuk, Kini Dibedah Danrem
Peras Mahasiswi Rp3 Juta di Bukit Lamreh, Anting Jadi Jaminan, Kini Tersangka Dilimpahkan ke Kejari
Seru! Hakim hingga Ibu-ibu Dharmayukti Karini Adu Ulek Rujak Sambut HUT RI di PT Banda Aceh
Sempat Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Merah Putih Bireuen Kini Kembali Terhubung
Penjualan Motor Listrik Masih Seret, Danantara Siapkan Skema DP 0 Persen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru