Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Tantangan terbesar para lulusan baru saat ini bukanlah kurangnya kompetensi akademik, melainkan minimnya pengalaman praktis di dunia kerja nyata. Melalui momentum ini, negara hadir memberikan solusi konkret menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil sektor industri," ujarnya.
Rianto mengatakan program tersebut tidak sekadar memberikan pengalaman kerja. Peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas selama mengikuti pemagangan.
Peserta memperoleh uang saku yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing peserta.
Mereka juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Selain itu, peserta yang lulus uji kompetensi pada akhir masa pemagangan akan memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis.
"Gunakan waktu enam bulan ke depan dengan sebaik-baiknya. Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan seraplah ilmu sebanyak-banyaknya," pesan Rianto kepada para peserta.
Kepada lembaga mitra penempatan, Rianto meminta peserta dibimbing melalui sistem pendampingan yang baik.
Menurut dia, pendampingan diperlukan agar peserta mampu berkembang menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi persaingan di dunia kerja.
Rianto juga mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan analisis pasar para peserta.
Dengan kemampuan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Bupati Asahan kepada salah satu peserta pemagangan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.