JAKARTA – Pemerintah mencatat sebanyak 3.700 sekolah rusak akibat bencanabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3.100 sekolah mengalami kerusakan berat, sementara tahun ajaran baru 2026 akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan pemerintah tengah berpacu memastikan kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berlangsung.
Target penyelesaian tahap awal pemulihan sekolah ditetapkan pada 4 Januari 2026.
"Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat," ujar Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Pratikno menjelaskan, saat ini masih terdapat 587 sekolah yang dalam proses pembersihan pascabencana.
Proses tersebut dipercepat dengan melibatkan relawan dan dukungan lintas kementerian agar sekolah dapat kembali difungsikan.
"Kita percepat. Target kita tanggal 4 Januari sudah selesai," katanya.
Meski demikian, Pratikno mengakui sebagian kegiatan belajar-mengajar masih harus dilakukan di tenda pengungsian.
"Kondisinya memang seperti itu. Pembelajaran tetap harus berjalan dengan moda yang berbeda-beda, dan ini terus dikawal oleh Kemendikdasmen serta Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.
Untuk mendukung pemulihan, pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan sekolah hingga Rp20 juta per sekolah, disesuaikan dengan tingkat kerusakan.
Bantuan tersebut juga mencakup biaya pembersihan agar sekolah dapat segera digunakan kembali.
"Prinsipnya, proses pembelajaran harus tetap jalan. Anak-anak tidak boleh tertinggal meski berada dalam situasi bencana," kata Pratikno.*