Dalam satu paket MBG, siswa menerima dua bungkus kecil roti kering, satu butir telur, satu buah jeruk, serta satu bungkus kecil kacang-kacangan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Program yang sejatinya menjadi investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata.
Masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh dari instansi terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Pengawasan ketat terhadap pihak penyedia makanan dinilai sangat penting agar kualitas tetap terjaga dan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
Selain itu, transparansi dalam pengelolaan anggaran dan standar menu juga menjadi tuntutan publik. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengetahui apakah pelaksanaan program telah sesuai dengan arahan pemerintah atau masih perlu pembenahan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun penyelenggara program MBG di SMA Negeri 1 Tanjung Tiram belum memberikan keterangan resmi terkait komposisi menu dan standar gizi yang digunakan.
Warga berharap polemik ini segera mendapat klarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi negatif berkepanjangan.
Program yang bertujuan mulia ini diharapkan benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi siswa, bukan justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.*