BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Tegas Tolak Wacana Pembelajaran Daring Demi Efisiensi Energi: Jangan Mengorbankan Pendidikan

Adelia Syafitri - Senin, 23 Maret 2026 20:44 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Tegas Tolak Wacana Pembelajaran Daring Demi Efisiensi Energi: Jangan Mengorbankan Pendidikan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menanggapi wacana pemerintah yang berencana mengalihkan kegiatan belajar siswa ke pembelajaran daring mulai April 2026.

Esti menegaskan ketidaksepakatan atas kebijakan ini, mengingat dampak negatif yang ditinggalkan oleh sistem pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19.

Menurut Esti, meski kebijakan tersebut bertujuan untuk efisiensi dan penghematan energi, hal ini justru berisiko merugikan dunia pendidikan.

Baca Juga:

"Pembelajaran daring saat pandemi COVID-19 meninggalkan berbagai masalah yang tidak sederhana," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (23/3).

Ia menilai bahwa strategi tersebut kurang efektif dalam mendukung perkembangan akademik dan psikologis siswa.

Dampak yang dimaksud oleh Esti mencakup sejumlah masalah, mulai dari kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, hingga kendala dalam teknologi yang tidak merata di seluruh wilayah.

Ia menegaskan, problematika ini tak dapat diabaikan, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

Salah satu dampak signifikan yang terjadi akibat pembelajaran daring selama pandemi adalah learning loss, di mana siswa cenderung kehilangan minat belajar dan semakin melupakan materi pelajaran.

Esti menyebutkan bahwa penurunan kemampuan kognitif pelajar setelah kebijakan daring terlihat jelas dalam beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.

Selain itu, sistem pembelajaran jarak jauh juga memengaruhi aspek psikologis dan kesehatan fisik anak-anak.

"Pembelajaran daring kesulitan untuk mengembangkan aspek afektif siswa, seperti kepribadian, sikap, dan karakter," kata Esti, menyoroti kesulitan dalam mengajarkan nilai-nilai tersebut secara efektif melalui platform digital.

Melihat berbagai dampak yang timbul, Esti mengimbau pemerintah untuk mencari solusi lain yang lebih tepat dalam menghadapi tantangan global.

Ia menegaskan bahwa pendidikan anak-anak harus menjadi prioritas utama, dan tidak boleh dikorbankan demi efisiensi atau penghematan energi, yang berpotensi menyebabkan dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.

"Masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan ekonomi, tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan anak-anak kita," ujar Esti, yang mengajak pemerintah untuk berpikir lebih jangka panjang demi masa depan generasi bangsa.*


(at/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah Masih Hadapi Tantangan, Tito: Fokus Kami Ada di Sini
Prabowo: Saya Akan Pertahankan Program MBG, Daripada Uang Dikorupsi
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Kritik KPK: Kenapa Tidak dari Awal? Lebih Bagus Tidak Usah Ditahan!
Wagub Sumut Dampingi Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Idulfitri 2026 di Medan, Pastikan Mudik Aman dan Lancar
Penambangan Ilegal Berkedok Koperasi di Tapanuli Selatan Jadi Sorotan, GAPERTA Lapor ke Polisi
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Gelar Halalbihalal, Rayakan Idulfitri 1447 H dengan Kebersamaan dan Sinergi Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru