BREAKING NEWS
Selasa, 28 April 2026

Kemendikti Wacanakan Hapus Prodi Tak Relevan: Lulusan Keguruan Tinggi, Tapi Serapan Kerja Rendah

Dharma - Senin, 27 April 2026 21:01 WIB
Kemendikti Wacanakan Hapus Prodi Tak Relevan: Lulusan Keguruan Tinggi, Tapi Serapan Kerja Rendah
Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Badri Munir Sukoco. (foto: Universitas Airlangga)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ke depan, Kemendikti Saintek mendorong pendekatan market driving, yakni pembukaan prodi yang diarahkan berdasarkan kebutuhan industri strategis nasional.

Pemerintah disebut telah mengidentifikasi sedikitnya delapan sektor strategis yang menjadi prioritas pengembangan sumber daya manusia.

"Program studi harus disesuaikan dengan kebutuhan industri strategis agar pertumbuhan ekonomi bisa terdorong," ujarnya.

Selain itu, Kemendikti juga mempertimbangkan kebijakan baru berupa pengembangan program lintas disiplin atau skema major-minor, yang memungkinkan mahasiswa mengambil kombinasi bidang studi berbeda.

"Misalnya major di teknik, minor di manajemen, atau kedokteran dengan manajemen supply chain untuk mendukung sistem kesehatan," kata Badri.

Ia berharap reformasi pendidikan tinggi ini dapat memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.*


(kp/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
119 Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Ikuti Yudisium, Siap Terjun ke Dunia Profesional
Yassierli Laporkan 14 Ribu Peserta Magang Nasional ke Prabowo Subianto, Siap Masuk Tahap Sertifikasi
Kemenkop–Kemenimipas Teken MoU, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Warga Binaan Lapas
CAJ Gelar Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur, Bahas Tantangan Jurnalisme Digital ASEAN
Kartini Masa Kini di Medan, Rico Waas: Perempuan Bukan Sekadar Pendamping, Tapi Kekuatan Ekonomi Keluarga
Reformasi Pasar Modal Jadi Syarat Insentif Pemerintah ke BEI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru