Dolar AS Pagi Ini Melemah ke Rp17.698, Rupiah Kembali Menguat
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (3/9/2026) pagi. Dolar AS berada di level Rp
EKONOMI
JAKARTA – Fenomena haus validasi, budaya pencitraan, hingga ketakutan tertinggal tren atau fear of missing out (FOMO) menjadi tantangan baru dalam membangun hubungan yang sehat di era digital. Di tengah derasnya arus media sosial, masyarakat dinilai semakin rentan terjebak dalam relasi yang dangkal, instan, dan mudah dipengaruhi tren sesaat.
Persoalan tersebut mengemuka dalam Kajian Filsafat dan Agama 2026 Seri Kedua bertema "Hubbud-Dunya di Era Digital" yang digelar The Lead Institute Universitas Paramadina bersama MaHa Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation.
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Yayah Khisbiyah, menjelaskan bahwa filsuf Madzhab Frankfurt, Erich Fromm, memandang cinta sebagai sebuah seni yang harus dipelajari, dilatih, dan dipraktikkan secara sadar dalam kehidupan sehari-hari.Baca Juga:
Menurutnya, banyak manusia modern justru lebih fokus menjadi sosok yang dicintai ketimbang belajar mencintai orang lain secara tulus.
"Cinta bukan kepemilikan dan bukan hubungan transaksional, melainkan tindakan aktif yang ditandai perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan terhadap orang lain," ujar Yayah.
Ia menilai budaya media sosial yang dipenuhi pencitraan dan pencarian pengakuan publik membuat hubungan antarmanusia semakin rapuh. Banyak orang mengejar validasi digital, namun kehilangan kedekatan sosial yang autentik dan bermakna.
Karena itu, cinta perlu dimaknai sebagai energi sosial yang diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kepedulian terhadap kelompok rentan, masyarakat marjinal, hingga pelestarian lingkungan hidup.
"Cinta dalam konteks kemanusiaan universal bukan sekadar emosi privat, tetapi energi positif yang diwujudkan melalui tindakan merawat kehidupan sosial dan lingkungan bersama," katanya.
Sementara itu, Ketua The Lead Institute, Suratno Muchoeri, mengulas pemikiran cendekiawan muslim Indonesia Nurcholish Madjid atau Cak Nur yang menempatkan cinta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.
Menurut Suratno, manusia perlu mewaspadai fenomena hubbud-dunya atau kecintaan berlebihan terhadap dunia yang kini muncul dalam bentuk baru di era digital, seperti budaya flexing, kecanduan gawai, obsesi terhadap viralitas, hingga kebutuhan berlebihan akan pengakuan publik.
"Cak Nur menempatkan cinta bukan hanya sebagai urusan pribadi, tetapi juga energi moral dan spiritual yang membimbing manusia menjadi lebih jernih, lembut, dan bertanggung jawab kepada sesama," ujarnya.
Ia menegaskan, baik Erich Fromm maupun Cak Nur sama-sama memandang cinta sebagai kekuatan aktif yang mampu membebaskan manusia dari egoisme, membangun kedewasaan, serta memperkuat solidaritas sosial.
Melalui kajian tersebut, The Lead Institute Paramadina mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan makna cinta di tengah kehidupan digital yang semakin kompleks. Cinta tidak semestinya berhenti pada pencarian validasi dan pengakuan, tetapi menjadi kekuatan yang melahirkan kepedulian sosial, tanggung jawab moral, dan kemanusiaan yang lebih luas.*
(dh)
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (3/9/2026) pagi. Dolar AS berada di level Rp
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026). IHSG kembali menembus level 6.600 setelah seh
EKONOMI
JAKARTA Google resmi merilis Gemini 3.8 Flash, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kemampuan reasoning dan coding.
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich T
NASIONAL
SIDOARJO Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mendesak pemerintah memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti anakanak
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah d
NASIONAL
SIDOARJO Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, terus ditangani peme
NASIONAL
JAKARTA Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan perbedaan angka kemiskinan Indonesia versi Bank Dunia yang mencapai 64,2 persen dengan dat
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) mendalami kasus penerima bantuan sosial (bansos) lanjut usia yang tidak memiliki telepon seluler tet
PEMERINTAHAN