BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

AHY: Pembangunan Lima Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp1,25 Triliun

Raman Krisna - Jumat, 03 Juli 2026 14:40 WIB
AHY: Pembangunan Lima Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp1,25 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Slamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (3/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan pembangunan lima Sekolah Rakyat (SR) yang sedang dipersiapkan pemerintah menelan anggaran sekitar Rp1,25 triliun.

Pernyataan itu disampaikan AHY saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Slamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (3/7/2026).

Menurut AHY, setiap Sekolah Rakyat dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar.

Baca Juga:

Jika diakumulasikan, total anggaran pembangunan lima sekolah tersebut mencapai sekitar Rp1,25 triliun.

"Kalau ada yang bertanya alokasi anggaran berapa, setiap sekolah ini kurang lebih Rp 250 miliar. Jadi kalau ditotal sekitar Rp 1,25 triliun untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat ini," ujar AHY saat diwawancarai, Jumat (3/7/2026).

AHY menjelaskan, pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah ditetapkan.

Pemerintah kabupaten dan kota bertugas menyiapkan lahan, sedangkan pemerintah pusat menanggung biaya pembangunan fisik sekolah.

"Tentu untuk areal lahannya itu adalah tanggung jawab dari masing-masing pemerintah kota dan kabupaten, sedangkan anggaran dari pusat lebih difokuskan pada pembangunan fisiknya dan melengkapi," katanya.

Selain membangun gedung sekolah, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

"Jangan lupa isinya juga kita lengkapi, tadi mebel-mebelnya juga sudah hadir di sini, baik itu untuk kelas, ada meja, ada kursi untuk belajar. Untuk asrama sudah ada kasur-kasur tempat tidur yang bertingkat, termasuk nanti pada akhirnya masuklah perlengkapan-perlengkapan elektronik untuk di laboratorium maupun untuk, ee, menunjang kegiatan belajar mengajar," ungkapnya.

AHY menilai pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Jadi ini adalah sebuah investasi bagi masa depan bangsa. Terutama keluarga yang membutuhkan perhatian, membutuhkan bantuan secara ekonomi, ini bisa melanjutkan pendidikan dengan baik, dengan layak," pungkasnya.* (d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
APEKSI Minta Pemda Dilibatkan dalam Program MBG: Kami Tak Pernah Tahu SPPG Dibangun di Mana
Indonesia Kehilangan Hingga 80 Ribu Hektar Sawah per Tahun
APDESU Desak KPK Evaluasi SPMB Batu Bara, Dugaan Gratifikasi dan Jual Beli Kursi Disorot
OTT Bupati Langkat, KPK Amankan 7 Orang dan Sita Uang Diduga Fee Proyek
Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban
Pemprov Sumut Kembali Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Gadis, Pelaku Kabur ke Hutan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru