BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh Gelar Fortasi di Hari Pertama Sekolah, Kenalkan Nilai Kepemimpinan dan Hizbul Wathan

T.Jamaluddin - Senin, 13 Juli 2026 14:17 WIB
SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh Gelar Fortasi di Hari Pertama Sekolah, Kenalkan Nilai Kepemimpinan dan Hizbul Wathan
Acara Fortasi Siswa SMA 1 Muhammadiyah Banda Aceh dalam rangka pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHSMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh mengawali tahun ajaran baru 2026/2027 dengan menggelar Forum Ta'aruf dan Orientasi (Fortasi) bagi siswa baru pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).

Kegiatan diawali dengan upacara yang berlangsung di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh dan diikuti seluruh siswa serta tenaga pendidik.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh, Wildan Sani Rasyid, S.Pd.I., M.Ed, mengatakan Fortasi merupakan program pengenalan lingkungan sekolah yang digunakan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah sebagai pengganti istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga:

"Di lingkungan Perguruan Muhammadiyah lebih memperkenalkan Fortasi dalam menyambut siswa baru di tahun ajaran baru. Fortasi itu sebagai pengganti istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," kata Wildan.


Pada pelaksanaan Fortasi tahun ini, seluruh siswa diwajibkan mengenakan seragam Hizbul Wathan.

Organisasi kepanduan tersebut merupakan salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang telah berdiri sejak tahun 1918 dan memiliki semangat gerakan kepanduan yang sejalan dengan kepramukaan.

Menurut Wildan, keberadaan Hizbul Wathan bertujuan membentuk karakter, memperkuat semangat perjuangan, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan peserta didik.

Selain menjadi ajang penyambutan siswa baru, Fortasi juga diharapkan mampu membangun semangat baru bagi seluruh warga sekolah, baik siswa baru maupun siswa lama, dalam menghadapi tahun ajaran baru.

Melalui berbagai kegiatan kepanduan, para siswa didorong untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan Muhammadiyah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai Organisasi Otonom Muhammadiyah, seperti Hizbul Wathan dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan.

"Kepada siswa baru kita perkenalkan Ortom dan harus akrab dengan semua Ortom di bawah naungan Muhammadiyah seperti Hizbul Wathan dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)," ujar Wildan.

Ia berharap seluruh siswa yang menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menjadi kader Muhammadiyah yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi di masa mendatang.

"Siswa siswi yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh harus tumbuh menjadi anak-anak yang berkarakter dan calon kader yang militan sebagai pelangsung dan penyempurna amanah Muhammadiyah di masa depan."

Menurutnya, semangat Fortasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat belajar, semangat berorganisasi, dan semangat perjuangan yang baru.

"Dengan adanya Fortasi siswa akan melahirkan semangat baru dari siswa baru pada hari yang baru. Siswa harus memiliki semangat perjuangan yang baru, sebagaimana semangat yang dicontohkan oleh Jenderal Besar TNI Soedirman sebagai kader Hizbul Wathan untuk Indonesia."* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Lakukan Penyisiran
Libur Sekolah Usai, Program MBG Kembali Disalurkan untuk Siswa Hari Ini
Sekretaris Disdik Aceh Beri Motivasi 324 Siswa Baru SMAN 7 Banda Aceh di Hari Pertama MPLS
Daftar Kampus yang Punya Jurusan AI di Indonesia, Prospek Kerja Menjanjikan!
Sidang Korupsi Smartboard Langkat Memanas: Baron Sebut Eks Kadisdik Terima Rp2,5 Miliar, Kepala BPKAD Terima Rp2,8 Miliar
Bahlil: Dukung Prabowo-Gibran Bukan Berarti Tak Boleh Mengkritik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru