Adapun tujuh kecamatan terdampak antara lain: - Kecamatan Medan Labuhan - Kecamatan Medan Johor - Kecamatan Medan Maimun - Kecamatan Medan Baru - Kecamatan Medan Petisah - Kecamatan Medan Polonia - Kecamatan Medan Selayang
BPBD juga mencatat, dari total warga terdampak tersebut, terdapat 3.599 kepala keluarga (KK) yang tersebar di wilayah banjir.
Hingga saat ini, sebanyak 69 orang yang terdiri dari balita, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas telah dievakuasi ke tempat aman.
Banjir dengan ketinggian bervariasi ini dilaporkan mulai terjadi sejak Minggu (12/10/2025) malam.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumut, di Kecamatan Medan Labuhan sendiri, sebanyak 405 jiwa sudah mengungsi akibat air yang tidak kunjung surut.
Camat Medan Labuhan, Khairun Nasyir Tambusai, menyebut banjir di wilayahnya merupakan yang terdampak paling parah, dengan jumlah 1.444 kepala keluarga (KK) terdampak.
"Beberapa lingkungan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Warga sebagian besar mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, sisanya ke posko darurat," ujar Khairun.
BPBD Kota Medan bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan relawan terus melakukan pemantauan serta menyalurkan bantuan darurat, seperti makanan siap saji, tikar, dan selimut kepada warga terdampak.
"Kami juga siaga 24 jam dan telah menurunkan tim penyelamat di beberapa titik rawan untuk mempercepat proses evakuasi jika diperlukan," tambah Yunita.
Pemerintah Kota Medan mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah penyumbatan drainase.
BPBD dan instansi terkait juga terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar serta proses evakuasi dilakukan dengan aman.*
(at/a008)
Editor
:
Banjir Rendam 3.181 Rumah di Medan, 10.391 Jiwa Terdampak