Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, membantah pernah mengadakan seleksi pemain, seperti yang disebut menjadi modus membawa Rizki hingga ke Kamboja. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Menurut pengakuan Rizki kepada keluarganya, ia dipaksa melakukan penipuan daring atau scamming.
Ia diwajibkan mencari 20 nomor telepon warga China untuk dijadikan target. Bila gagal, ia mendapat kekerasan fisik.
"Anak saya disiksa tiap hari. Kerjanya dari jam 8 pagi sampai tengah malam," ujarnya.
Rizki masih bisa memberi kabar secara diam-diam kepada keluarga.
Pesan yang disampaikan penuh ketakutan, karena jika ketahuan, ia kembali mendapat hukuman. "Iya, komunikasinya sembunyi-sembunyi. Dia bilang takut ketahuan," kata Dedi.
Rizki diketahui pernah bermain di SSB Hesebah dan sempat masuk Diklat Persib Bandung sebagai penjaga gawang.
Dedi mengatakan dirinya sudah melapor ke berbagai lembaga, mulai dari Disnaker Kabupaten Bandung, BP3MI Jawa Barat, hingga pemerintah provinsi, namun belum ada respons yang berarti.
"Ini urusannya nyawa. Anak saya tiap hari disiksa. Saya berharap ada tindakan cepat," ujar Dedi.
Kasus ini menambah daftar panjang warga Indonesia yang disekap dan dipaksa melakukan penipuan daring di Kamboja, Laos, hingga Myanmar.
Penegak hukum diminta bertindak cepat membongkar jaringan yang memanfaatkan nama klub sepak bola sebagai kedok untuk perdagangan orang.*