Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Kerusakan lingkungan di Pulau Sumatra menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan kayu gelondongan terbawa arus banjir viral di media sosial.
Alih fungsi hutan dan lahan akibat aktivitas tambang dan perkebunan diduga memperburuk dampak hujan ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat setelah Siklon Tropis Senyar melanda wilayah tersebut.
Baca Juga:
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendeteksi bahwa kayu gelondongan tersebut berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang berada di areal penggunaan lain (APL).
"Kami deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. Di area penebangan tersebut, kayu-kayu alami mengikuti regulasi kehutanan melalui SIPU, Sistem Informasi Penataan Hasil Hutan," ujar Dirjen Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Dwi menyebut dugaan sementara, kayu-kayu tersebut adalah bekas tebangan yang lapuk dan terseret arus banjir.
Pemeriksaan menyeluruh masih dilakukan mengingat banjir masih terjadi di sejumlah wilayah.
Pihaknya juga menegaskan potensi modus pencucian kayu ilegal melalui PHAT tetap menjadi fokus pengawasan Gakkum Kemenhut.
Selain itu, Kemenhut akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk rehabilitasi lahan kritis di daerah aliran sungai (DAS) dan mengevaluasi pengelolaan hutan di area terdampak banjir.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan, banjir yang terjadi di tiga provinsi Sumatra berada di sejumlah DAS yang sebagian besar merupakan APL, sehingga pengelolaan lahan tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Langkah kami termasuk identifikasi titik rawan di hulu DAS, percepatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, serta revegetasi sempadan sungai dan lereng curah untuk meningkatkan stabilitas lahan. Pengawasan tata guna lahan juga diperketat," jelas Rohmat.
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Selatan pada 25–27 November 2025 dipicu curah hujan ekstrem lebih dari 150 mm per hari.
Kondisi diperparah oleh perubahan tutupan lahan yang tidak sesuai fungsi hutan, sehingga meningkatkan sedimentasi dan menurunkan kapasitas sungai.
Di Aceh Utara, banjir mengakibatkan 3.507 warga mengungsi dan merendam ratusan hektare sawah serta tambak. Sementara di Langkat, banjir merusak permukiman dan infrastruktur, termasuk robohnya Jembatan Titi Cempedak.
Di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan, banjir mendadak menimbulkan 15 korban jiwa, kerusakan luas, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Kemenhut menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan DAS dan meminimalkan risiko banjir dan longsor melalui langkah mitigasi, rehabilitasi, dan pengawasan tata guna lahan.*
(bi/ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL