Prabowo Bidik Swasembada Energi 2029, Sebut Indonesia Negara Kaya yang Jadi Incaran Banyak Pihak
CILACAP Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada energi paling lambat pada akhir 2029. Pemerintah di
NASIONAL
JAKARTA – Kerusakan lingkungan di Pulau Sumatra menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan kayu gelondongan terbawa arus banjir viral di media sosial.
Alih fungsi hutan dan lahan akibat aktivitas tambang dan perkebunan diduga memperburuk dampak hujan ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat setelah Siklon Tropis Senyar melanda wilayah tersebut.
Baca Juga:
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendeteksi bahwa kayu gelondongan tersebut berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang berada di areal penggunaan lain (APL).
"Kami deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. Di area penebangan tersebut, kayu-kayu alami mengikuti regulasi kehutanan melalui SIPU, Sistem Informasi Penataan Hasil Hutan," ujar Dirjen Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Dwi menyebut dugaan sementara, kayu-kayu tersebut adalah bekas tebangan yang lapuk dan terseret arus banjir.
Pemeriksaan menyeluruh masih dilakukan mengingat banjir masih terjadi di sejumlah wilayah.
Pihaknya juga menegaskan potensi modus pencucian kayu ilegal melalui PHAT tetap menjadi fokus pengawasan Gakkum Kemenhut.
Selain itu, Kemenhut akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk rehabilitasi lahan kritis di daerah aliran sungai (DAS) dan mengevaluasi pengelolaan hutan di area terdampak banjir.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan, banjir yang terjadi di tiga provinsi Sumatra berada di sejumlah DAS yang sebagian besar merupakan APL, sehingga pengelolaan lahan tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Langkah kami termasuk identifikasi titik rawan di hulu DAS, percepatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, serta revegetasi sempadan sungai dan lereng curah untuk meningkatkan stabilitas lahan. Pengawasan tata guna lahan juga diperketat," jelas Rohmat.
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Selatan pada 25–27 November 2025 dipicu curah hujan ekstrem lebih dari 150 mm per hari.
Kondisi diperparah oleh perubahan tutupan lahan yang tidak sesuai fungsi hutan, sehingga meningkatkan sedimentasi dan menurunkan kapasitas sungai.
Di Aceh Utara, banjir mengakibatkan 3.507 warga mengungsi dan merendam ratusan hektare sawah serta tambak. Sementara di Langkat, banjir merusak permukiman dan infrastruktur, termasuk robohnya Jembatan Titi Cempedak.
Di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan, banjir mendadak menimbulkan 15 korban jiwa, kerusakan luas, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Kemenhut menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan DAS dan meminimalkan risiko banjir dan longsor melalui langkah mitigasi, rehabilitasi, dan pengawasan tata guna lahan.*
(bi/ad)
CILACAP Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada energi paling lambat pada akhir 2029. Pemerintah di
NASIONAL
JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki dasar konstitusional dan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional ya
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran terpantau bervariasi pada perdagangan hari ini. Cabai rawit merah ter
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api (KA) di Indonesia berasal
EKONOMI
BEKASI PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan tidak ada perbedaan standar keselamatan antara penumpang perempuan dan lakilaki di laya
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menghimpun dana sebesar Rp 40 trili
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan platform Wikipedia yang dikelola Wikimedia Foundation tidak akan dibloki
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Peristiwa tragis terjadi di kawasan perairan Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, saat sebuah sampan nelayan terhimpit kapal
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen fiskal
EKONOMI
MEDAN Komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali ditunjukkan Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.
PENDIDIKAN