Tim gabungan mengevakuasi korban akibat banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). (foto: Muhammad Zulfikar/Kominfo Padangpanjang)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
PADANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam terus bertambah.
Hingga Sabtu (29/11) pukul 12.00 WIB, total korban tewas mencapai 88 orang, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Agam.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyampaikan bahwa bencana alam kini meluas hingga 16 kabupaten dan kota, termasuk daerah yang baru dilanda banjir, yakni Kota Payakumbuh.
"Daerah terdampak parah dan menelan korban jiwa terbanyak adalah Kabupaten Agam, dengan 74 korban meninggal dunia. Di Kota Padang Panjang tujuh orang tewas, Kota Padang lima orang, Kabupaten Pasaman satu orang, dan Kota Solok satu orang," jelas Ilham.
Ia menambahkan, tim gabungan SAR, BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Hingga kini, masih terdapat 85 orang hilang dan proses penanganan bencana tetap dilakukan.
Menurut Ilham, kondisi cuaca cerah sejak pagi hingga siang ini membantu proses penanganan dan pencarian korban.
Debit air sungai mulai turun dibandingkan kemarin, sehingga diharapkan mempermudah akses ke wilayah terdampak.
"Semoga cuaca cerah ini terus berlangsung dan tidak terjadi banjir bandang susulan," harapnya.
Selain korban jiwa, bencana ini menimbulkan kerugian materi sekitar Rp9,6 miliar, termasuk kerusakan rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
BPBDSumbar menegaskan penanganan darurat akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dan kondisi masyarakat terdampak kembali pulih.*