BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Aksi Solidaritas “Indonesia Bukan Satpam Israel” Desak RI Keluar dari BoP

Dharma - Sabtu, 07 Maret 2026 21:29 WIB
Aksi Solidaritas “Indonesia Bukan Satpam Israel” Desak RI Keluar dari BoP
Aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk “Indonesia Bukan Satpam Israel” di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026) sore. (foot: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ribuan massa menggelar aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk "Indonesia Bukan Satpam Israel" di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026) sore.

Aksi ini diikuti mahasiswa, aktivis, dan koalisi masyarakat sipil.

Massa membawa bendera Palestina dan bendera Iran, serta spanduk besar berlatar bendera Iran dengan sosok mendiang pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, berdampingan dengan bendera Palestina.

Baca Juga:

Di lokasi, tampak papan latar panggung utama bertuliskan, "Ganyang Penjajahan Gaya Baru, Indonesia Out of BoP."

Para peserta menuntut pemerintah Indonesia agar keluar dari Board of Peace (BoP), perkumpulan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Massa menilai BoP adalah bentuk penjajahan gaya baru, di mana Indonesia seolah menjadi "satpam" bagi Israel.

Muhammad Syauqi Hafiz, penggerak gerakan solidaritas Palestina dari Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS) Indonesia, mengatakan, "Imperialis semakin gila, mereka bisa membunuh, mereka bisa menjajah, mereka bisa membom tanpa ada yang menghukum. Di tengah segala kegilaan ini, bangsa Palestina, rakyat Gaza masih digenosida."

Dalam orasinya di atas panggung, Syauqi menekankan bahwa kemerdekaan bagi rakyat Palestina bukan sekadar retorika, tetapi merupakan urusan hidup dan mati.

"Palestina, Jalur Gaza, sampai hari ini masih dijajah, masih dibom, masih dibunuh. Kemerdekaan bukan omong kosong, itu amanat yang harus diperjuangkan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa isu keadilan dan kemerdekaan bagi Palestina harus dipandang serius, bukan sekadar wacana politik.

"Keadilan itu bukan omong-omong. Kemerdekaan dan keadilan untuk orang Palestina adalah hidup dan mati," ujar Syauqi.

Aksi ini menunjukkan dukungan masyarakat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan menjadi peringatan agar pemerintah menegakkan prinsip keadilan internasional, khususnya bagi rakyat yang berada dalam konflik berkepanjangan.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tiga WNI Masih Hilang Usai Kapal Mufassah 2 Meledak di Selat Hormuz, Kemlu Ingatkan ABK Tingkatkan Kewaspadaan
UGM Terima 8 Mahasiswa Gaza Korban Perang untuk Lanjut Studi Kedokteran
Harga BBM dan LPG Bisa Naik Jika Konflik AS-Iran Berkepanjangan, JK Minta Pemerintah Evaluasi Anggaran Nasional
Darurat Militer! AS Setujui Penjualan 12.000 Bom ke Israel di Tengah Perang dengan Iran
Indonesia Resmi Tangguhkan Board of Peace, Fokus Lindungi WNI di Tengah Konflik Iran-Israel-AS
JK Soroti Praktik Forum Board of Peace: Tujuan Akhir Perdamaian untuk Palestina, Tapi Kalau Hanya Mendukung Israel Buat Apa?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru