BREAKING NEWS
Minggu, 17 Mei 2026

Warga Gampong Lam Lumpu Peringati 22 Tahun Tsunami Aceh dengan Zikir dan Doa Bersama

T.Jamaluddin - Kamis, 07 Mei 2026 22:43 WIB
Warga Gampong Lam Lumpu Peringati 22 Tahun Tsunami Aceh dengan Zikir dan Doa Bersama
Warga Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 22 tahun bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESARWarga, Gampong Lam Lumpu Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 22 tahun bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Peringatan berlangsung di Meunasah Darul Aman Gampong Lam Lumpu, Kamis (7/5/2026), dan diikuti dengan khidmat oleh masyarakat setempat yang turut mengenang peristiwa memilukan tersebut.

Baca Juga:
Salah satu penyintas tsunami, Sabirin (66), turut membagikan kisahnya saat bencana dahsyat itu terjadi. Ia menyebut peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat setelah gempa besar mengguncang wilayah Aceh.

"Setelah gempa, air bah langsung datang. Banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri," kata Sabirin dengan nada sedih.

(Foto setelah Tsunami Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada)


Ia mengungkapkan dirinya juga mengalami luka pada bagian kaki akibat bencana tersebut. Menurutnya, kondisi saat itu sangat mencekam hingga membuat banyak warga merasa seolah-olah berada di ambang kiamat.

Gampong Lam Lumpu sendiri menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat tsunami yang melanda pesisir Aceh.

Geuchik Gampong Lam Lumpu, Fakhri Johan, mengatakan peristiwa tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi warga hingga saat ini.

Ia mengaku saat kejadian berada di luar daerah, dan ketika kembali ke kampung halaman kondisi sudah sangat memprihatinkan."Rumah warga banyak yang hancur dan hanyut, mayat berserakan.

Itu masih sangat membekas sampai sekarang," ujarnya.

Fakhri menjelaskan, peringatan tsunami di Gampong Lam Lumpu rutin digelar setiap tahun pada bulan Dzulqaidah, yang bertepatan dengan masa persiapan pemberangkatan jamaah haji pada tahun 2004.


(Bpk Sabirin 66 Tahun Saksi mata dan Korban Tsunami 22 tahun yang lalu.)

Ketua Tuha Peut Gampong Lam Lumpu, Juliosi, menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk mengenang musibah, tetapi juga sebagai doa bersama bagi para korban yang telah meninggal dunia.

Baca Juga:

"Selain mengenang, ini juga untuk mendoakan para korban dan menjadi pelajaran bagi generasi muda," katanya.

Ia menegaskan pemilihan bulan Dzulqaidah sebagai waktu peringatan memiliki nilai sejarah tersendiri, karena pada saat itu banyak warga yang sedang bersiap menunaikan ibadah haji.

Meski digelar secara sederhana, kegiatan peringatan berlangsung khidmat dengan rangkaian zikir dan doa yang dipimpin oleh Tgk Zainuddin RZ serta doa bersama oleh Tgk Haitami.*

(dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BMKG Pastikan Gempa M 7,4 di Jepang Tidak Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia
Jepang Diguncang Gempa Kuat, Peringatan Tsunami Berulang Dikeluarkan
Gempa M 5,6 Guncang Nias Utara Dini Hari, Warga Sempat Panik dan Terbangun
Kak Na Apresiasi Peran Arsitek Bangkitkan Aceh Pasca Tsunami dan Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Nias Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru