BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

Blackout Sumatera: Cuaca Ekstrem Kini Jadi Tantangan Serius Jaringan Listrik Nasional

Dharma - Sabtu, 30 Mei 2026 17:40 WIB
Blackout Sumatera: Cuaca Ekstrem Kini Jadi Tantangan Serius Jaringan Listrik Nasional
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemadaman listrik massal atau blackout yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada pertengahan Mei 2026 kembali menyoroti kerentanan sistem kelistrikan nasional di tengah meningkatnya variabilitas cuaca akibat perubahan iklim.

Pengamat sistem tenaga listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor, menilai gangguan pada jaringan interkoneksi tidak bisa dilepaskan dari faktor lingkungan yang semakin tidak stabil.

Menurut dia, infrastruktur transmisi tegangan tinggi sangat sensitif terhadap perubahan temperatur, angin, curah hujan, hingga kelembapan udara.

Baca Juga:

"Dalam sistem tenaga modern, kondisi cuaca menjadi salah satu parameter penting yang diperhitungkan dalam pengoperasian jaringan transmisi," kata Kevin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan, perubahan pola iklim membuat variabilitas cuaca semakin dinamis dan sulit diprediksi.

Kondisi ini menuntut operator sistem tenaga listrik untuk memperhitungkan lebih banyak dynamic operating condition dalam menjaga stabilitas jaringan interkoneksi berskala besar seperti di Sumatera.

"Perubahan iklim tidak selalu berarti satu kejadian ekstrem langsung menyebabkan gangguan sistem. Namun variabilitas cuaca yang meningkat dapat menambah tantangan dalam pengoperasian jaringan transmisi," ujarnya.

Kevin menambahkan, gangguan pada sistem interkoneksi bersifat probabilistik dan umumnya tidak dipicu oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi berbagai faktor yang terjadi secara bersamaan.

Dalam kondisi tertentu, gangguan lokal bahkan dapat berkembang menjadi gangguan berantai (cascading disturbance) yang berujung pada blackout.

Ia menyebut sistem proteksi otomatis pada jaringan listrik memang dirancang untuk mencegah kerusakan lebih besar pada pembangkit maupun transmisi.

Namun, semakin besar skala interkoneksi, semakin tinggi pula kompleksitas pengelolaannya.

"Ketika kestabilan sistem terganggu, sistem proteksi akan bekerja otomatis untuk mencegah risiko kerusakan yang lebih besar sembari mencegah blackout total," kata dia.

Menurut Kevin, perkembangan teknologi seperti real-time monitoring, analisis berbasis data, hingga penggunaan drone untuk inspeksi jaringan menjadi semakin penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan modern.

Namun, hal itu tetap perlu dibarengi penguatan infrastruktur transmisi dan pembangkitan.

Ia menegaskan, tantangan serupa juga dihadapi banyak negara lain yang mengelola sistem interkoneksi besar.

Isu ketahanan sistem terhadap perubahan pola cuaca kini menjadi perhatian utama dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan global.

Sebelumnya, hasil investigasi awal gabungan Bareskrim Polri, Puslabfor, dan PLN menyebutkan adanya dugaan gangguan pada kabel transmisi di titik sambungan (mid span jointing) yang dipengaruhi kombinasi faktor cuaca dan tekanan mekanis.

Insiden blackout di Sumatera pada 22 Mei 2026 menyebabkan pemadaman luas di sejumlah provinsi, termasuk Riau, Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Sumatera Barat, Lampung, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Gangguan tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak.*

(km/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Pulang dari Prancis Bawa Kesepakatan Rp61 Triliun, Ini Rinciannya
Dua Petugas PLN Gadungan Ditangkap Saat Mencuri Kabel Listrik di Tebing Tinggi
Pemko Medan Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Rico Waas: Bukti Komitmen Tata Kelola yang Transparan
Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Saat Dunia Bergejolak, Wamenkeu Ungkap Alasannya
Menkop Ferry Sebut Koperasi Desa Merah Putih Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru di Daerah
Polisi Diserang saat Gerebek Terduga Kampung Narkoba di Medan Maimun, 6 Warga Ditangkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru