Roy Suryo Kembali Bikin Geger Klaim Temukan Kejanggalan di Skripsi hingga Tanda Tangan Jokowi
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
MEDAN — Solidaritas Aksi Lintas Mahasiswa (SALAM) kembali menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Utara, Selasa, 9 Juni 2026.
Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang demonstrasi berulang yang menyoroti dugaan maraknya jaringan wifi ilegal di Kabupaten Padang Lawas yang disebut memanfaatkan fasilitas BUMN, yakni PT PLN (Persero) dan PT Telkom Indonesia.
Koordinator aksi, Zulpahmi Siregar, mengatakan praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai merugikan negara serta masyarakat.Baca Juga:
Ia menyebut pihaknya telah tiga kali mendatangi Polda Sumut, namun belum melihat langkah penegakan hukum yang signifikan.
"Kami sudah tiga kali turun ke Polda Sumut, tetapi belum ada tindak lanjut yang jelas. Kami menilai penegakan hukum tidak serius," kata Zulpahmi dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, SALAM juga menyoroti dugaan pembiaran oleh pihak terkait, termasuk aparat kepolisian di tingkat daerah.
Mereka bahkan meminta agar Kapolda Sumut mengevaluasi hingga mencopot sejumlah pejabat kepolisian di Padang Lawas, yakni Kapolres, Kasat Reskrim, dan Kasat Intelkam.
Massa aksi juga menuding adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu yang menerima keuntungan dari operasional jaringan wifi ilegal tersebut, termasuk oknum di lingkungan PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sibuhuan dan perwakilan PT Telkom Sibuhuan.
Namun demikian, tuduhan tersebut disampaikan tanpa disertai bukti yang dipublikasikan dalam aksi tersebut.
"Kami menduga ada indikasi permainan dan penerimaan fee dari pengusaha wifi ilegal. Ini harus diusut tuntas," ujar Zulpahmi.
Ia menegaskan, jika tidak ada tindak lanjut dari Polda Sumut, pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk Mabes Polri.
SALAM juga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar pada pekan depan.
Menanggapi aksi tersebut, perwakilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Kompol M. Hutagalung, menyatakan bahwa laporan terkait dugaan wifi ilegal itu telah diterima dan saat ini masih dalam proses pendalaman.
"Kasus tersebut sudah kami terima dan sedang didalami," ujarnya singkat kepada massa aksi.
Hingga aksi berakhir, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, namun menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut sampai ada kejelasan hukum dari pihak kepolisian.*
(ad)
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
BENGKAYANG Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabu
NASIONAL
JAKARTA Data kemiskinan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank) menunjukkan angka berbeda cukup jau
EKONOMI
MEDAN Kasus dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait temuan kayu gelondongan saat banjir di Sumatera Utara (Sumut) memasuki babak baru.
HUKUM DAN KRIMINAL
PATI Jumlah siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati,
PERISTIWA
CILACAP PT Pertamina Patra Niaga masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kelo
EKONOMI
MEDAN Siti Aisah, seorang asisten rumah tangga (ART) di Medan, divonis 6 tahun penjara karena terbukti menghilangkan nyawa bayi yang baru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menjalani tiga pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Singapur
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak terlibat dalam pe
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpr
POLITIK