BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

Pasar Nauli Sengaja Dibakar? Wali Kota Sibolga Buka Suara

Johan - Senin, 13 Juli 2026 11:27 WIB
Pasar Nauli Sengaja Dibakar? Wali Kota Sibolga Buka Suara
Penampakan Pasar Nauli usai kebakaran berhasil dipadamkan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam (11/7/2026).

Peristiwa tersebut menyebabkan sebagian besar bangunan pasar mengalami kerusakan parah.

Pemerintah Kota Sibolga menyebut sekitar 90 persen area pasar terdampak akibat insiden tersebut.

Baca Juga:

Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan kebakaran yang disengaja.

Ia menegaskan hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru membuat kesimpulan dan menunggu hasil resmi dari proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polri.

"Berdasarkan informasi awal yang kami terima, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Namun demikian, kami tetap menghormati proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran," jelas Akhmad Syukri.

Pasar Nauli merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Sibolga.

Pasar tersebut diketahui memiliki sekitar 400 kios dan kurang lebih 900 lapak pelataran pedagang.

Akibat kebakaran, sebagian besar bangunan pasar mengalami kerusakan.

Pemerintah Kota Sibolga mengimbau masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak, agar tidak mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Menurut Syukri, penyebaran spekulasi terkait penyebab kebakaran dapat menimbulkan keresahan, terutama bagi para pedagang yang kini kehilangan tempat usaha.

Pemerintah Kota Sibolga juga mulai menyiapkan langkah penanganan terhadap para pedagang yang terdampak kebakaran.

Wali Kota Sibolga menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membuka posko pendataan bagi seluruh pedagang, baik pemilik kios maupun pedagang pelataran.

"Kami telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan membuka posko pendataan bagi seluruh pedagang yang terdampak, baik pemilik kios maupun pedagang pelataran."

"Selanjutnya pemerintah akan menggelar rapat untuk menentukan langkah penanganan, termasuk menyiapkan lokasi sementara agar aktivitas perdagangan dapat segera kembali berjalan," kata Akhmad Syukri di lokasi.

Pemerintah Kota Sibolga berencana menggunakan area parkir Pasar Nauli sebagai lokasi relokasi sementara bagi pedagang.

Jika lokasi tersebut tidak mampu menampung seluruh pedagang, pemerintah akan berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memanfaatkan sebagian badan Jalan Patuan Anggi sebagai tempat berdagang sementara.

Sementara itu, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Untuk jumlah kerugian material, pemerintah masih melakukan pendataan, sedangkan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan.

Di balik peristiwa kebakaran tersebut, sejumlah pedagang harus menerima kenyataan kehilangan tempat usaha yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Salah satunya Boru Tinjak, pemilik toko jahit di lantai tiga Pasar Nauli.

Ia terlihat menangis histeris setelah mengetahui tiga kios miliknya habis dilalap api.

Boru Tinjak mengaku tidak hanya kehilangan tempat usaha, tetapi juga sejumlah pesanan pelanggan yang sudah selesai dikerjakan.

"Tiga kios jahit saya habis terbakar. Banyak pesanan baju pengantin dan kebaya pelanggan yang sudah selesai dijahit."

"Ada tiga baju untuk keluarga pengantin yang harus diambil besok. Bagaimana saya harus menggantinya," ucapnya sambil menangis.

Ia mengatakan mendapatkan kabar kebakaran sekitar pukul 22.00 WIB. Saat tiba di lokasi, api masih terlihat membesar di bagian lantai tiga pasar.

"Saya dapat kabar sekitar jam 10 malam. Lihatlah, bagaimana tidak sedih, api masih menyala di lantai tiga," katanya.

Petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman dari berbagai sisi gedung.

Namun api baru dapat dikendalikan setelah petugas berjibaku memadamkan kobaran yang meluas.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran Pasar Nauli menyebabkan sekitar 500 kios dan lapak pedagang terdampak dengan nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Api pertama kali diketahui muncul dari bagian atas salah satu kios sembako.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan aparat kepolisian.

Salah seorang saksi, Gea, mengatakan warga sempat berusaha memadamkan api secara manual sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

"Warga kemudian berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air sambil menghubungi Kepala Pasar dan petugas pemadam kebakaran," ujarnya.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama aparat terkait masih melakukan penanganan pascakebakaran, termasuk pendataan pedagang terdampak dan penyelidikan penyebab kebakaran.* (tm/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Libur Sekolah Usai, Program MBG Kembali Disalurkan untuk Siswa Hari Ini
Buka Rapimwil GP Nasdem Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Perkuat Nasionalisme dan Lawan Ancaman Narkoba serta Judol
Indonesia Bakal Produksi Bensin dari Sawit, Jagung, hingga Singkong dalam 3-4 Tahun
Koperasi Kini Bisa Kelola Sumur Minyak Rakyat dan Tambang Mineral
Sebut BUMN Sumber Korupsi, Prabowo Ingatkan Koruptor: Hentikan! Kembalikan Kekayaan Rakyat
Masuk Tahun Ajaran Baru 2026, Harga Sembako Kembali Melonjak, Ibu Rumah Tangga Menjerit: Warga Minta Presiden dan Pemerintah Segera Turun Tangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru