Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Penyebab kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, mulai menemui titik terang. Hasil penyelidikan awal Satlantas Polrestabes Medan mengungkap truk tronton bermuatan air mineral yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan pada sistem transmisi atau gearbox sebelum rem kendaraan dinyatakan blong.
Kecelakaan yang terjadi pada Jumat (17/7/2026) itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan delapan korban lainnya mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan medis. Truk bernomor polisi BK 8453 SG tersebut menghantam sedikitnya tujuh unit mobil dan satu sepeda motor di jalur menurun kawasan Sibolangit.
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP S.L. Widodo mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap sopir dan kernet, gangguan teknis pertama kali terjadi saat sopir berupaya menurunkan gigi transmisi untuk memanfaatkan pengereman mesin (engine brake).
Baca Juga:
"Awalnya sopir mau menurunkan gigi dari empat ke tiga, tetapi tidak bisa. Transmisinya sudah bermasalah," ujar Widodo, Minggu (19/7/2026).
Menurut Widodo, penyidik memeriksa sopir Bronsom Sinaga alias Ilham dan kernet Suherman Kurniawansyah secara terpisah agar keterangan yang diperoleh tetap objektif.
Dari hasil pemeriksaan, kendala pada kendaraan mulai dirasakan setelah truk melintas di kawasan Koramil 03/SBL saat perjalanan dari Berastagi menuju Medan. Ketika transmisi tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sopir berusaha menghentikan laju kendaraan dengan menginjak pedal rem. Namun, sistem pengereman utama diduga sudah tidak bekerja.
"Rem sudah mengalami gangguan. Gigi tidak bisa diturunkan sehingga kendaraan terus meluncur di jalur menurun," jelasnya.
Saat memasuki kawasan SPBU Sibolangit, truk yang melaju tanpa kendali sempat menyerempet truk tangki. Untuk menghindari antrean kendaraan yang sedang mengisi bahan bakar, sopir membanting kemudi ke arah kanan sambil menarik rem tangan. Kernet juga ikut membantu menarik rem tangan sebagai upaya terakhir menghentikan kendaraan.
Namun, setelah kembali ke jalur kiri, truk tetap melaju dan akhirnya menabrak deretan kendaraan yang berada di depannya hingga menyebabkan kecelakaan beruntun.
Polisi masih menunggu hasil analisis Traffic Accident Analysis (TAA) dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus menyusun rekonstruksi lengkap insiden tersebut.
Hasil penyelidikan lanjutan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan unsur kelalaian maupun kemungkinan adanya pelanggaran terhadap standar kelayakan kendaraan yang digunakan.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.