BREAKING NEWS
Selasa, 28 Juli 2026

Kemarau Melanda Aceh Besar, Warga Pekan Bada Krisis Air Bersih dan Ribuan Hektare Sawah Mengering

T.Jamaluddin - Selasa, 28 Juli 2026 13:54 WIB
Kemarau Melanda Aceh Besar, Warga Pekan Bada Krisis Air Bersih dan Ribuan Hektare Sawah Mengering
Tanah sawah mulai retak akibat minimnya pasokan air di Kecamatan Pekan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR – Puncak musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.

Selain menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian mengalami kekeringan, pasokan air bersih di Kecamatan Pekan Bada juga mulai mengalami krisis.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lahan pertanian tampak kering.

Baca Juga:

Tanah sawah mulai retak akibat minimnya pasokan air, sementara warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Pekan Bada, Pak Tarjo, mengatakan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Montala tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sumber air yang melayani Kecamatan Darul Imarah dan Pekan Bada berasal dari Mata Ie yang debit airnya terus menurun akibat kemarau.

"Air Bersih yang di salurkan oleh PDAM Tirta Montala sudah tidak mencukupi, sumber air PDAM untuk Kecamatan Darul Imarah dan Pekan Bada adalah dari Mata Ie (Mata Air) yang kini debet air nya berkurang, sehingga warga Pekan Bada yang di ujung air nya mengecil dan harus menunggu air dari pukul 00.00 dinihari sampai pukul 05.00 subuh itu pun tidak mencukupi, karena air yang masuk tidak sempurna," kata Pak Tarjo.

Kondisi serupa juga dirasakan Edi Rahmadi, warga Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada.

Ia mengaku sudah hampir sepekan harus begadang setiap malam demi menunggu air mengalir ke rumahnya.

"Sudah seminggu begadang menunggu datang nya air PAM, air hanya cukup untuk ber Wudhu'," ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama PDAM Tirta Montala segera mengambil langkah darurat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Salah satu solusi yang diusulkan masyarakat adalah pembangunan sumur bor di sejumlah titik di Kecamatan Pekan Bada agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Selain krisis air bersih, musim kemarau juga berdampak terhadap sektor pertanian.

Sawah tadah hujan mengalami kekeringan sehingga mengganggu aktivitas bercocok tanam.

Seorang petani, A. Rahman (60), mengatakan kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi.

Menurutnya, setiap musim kemarau lahan pertanian yang hanya mengandalkan air hujan selalu mengalami kesulitan.

"Kekeringan sawah di musim kemarau ini bukan sekali ini saja sudah sedari dulu, namanya tadah hujan," ucapnya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih permanen agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap tahun.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Aceh Besar Muharam Idris mengajak para ulama serta santri dayah untuk melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan di masjid dan meunasah yang ada di wilayah Aceh Besar.

Langkah tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, sembari pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi krisis air bersih dan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pansus DPRD Batu Bara Soroti Kewajiban Kebun Plasma 20 Persen, HGU PT Socfindo Tanah Gambus Jadi Perhatian
Kementan Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Pulihkan Sawah dan Kebun Terdampak Bencana di Aceh, Mualem Minta Anggaran Dimaksimalkan
Mengapa TNI dan Polri Dilibatkan di Program MBG? Ini Penjelasan Kepala BGN
Fantastis! Kebun Sawit Ilegal di Indonesia Capai 6 Juta Hektare, Setara 12 Kali Luas Pulau Bali
Aceh Kebut Pemulihan 57 Ribu Hektare Sawah Pascabencana, Bantuan Kementan Tembus Rp515 Miliar
Satgas PRR Minta Pemda Percepat Kesiapan Lahan, Pembangunan 7.952 Hunian Tetap Korban Bencana Dimulai Tahun Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru