Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS Usai Tertekan Empat Hari, Ini Pemicunya
JAKARTA Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri tren pelemahan setelah empat hari berturutturut tertekan. Pada penutupan perdagangan Rab
EKONOMI
ACEH BESAR – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Sumur warga dan sumur bor dilaporkan mulai mengering, sementara distribusi air dari PDAM Tirta Montala juga mengalami gangguan.
Kondisi ini membuat masyarakat di beberapa kecamatan mulai resah.Baca Juga:
Berdasarkan pantauan di lapangan, dampak kekeringan dirasakan warga di Kecamatan Darul Imarah, Lhoknga, Montasik, dan Peukan Bada.
Selain berkurangnya pasokan air bersih, lahan persawahan dan pertanian palawija juga mulai ditinggalkan karena tidak lagi memperoleh pasokan air yang cukup.
Di sejumlah lokasi, sawah terlihat mengering, tanah mulai retak-retak, dan rumput berubah kecokelatan akibat minimnya curah hujan.

(Kegiatan warga mencari air bersih dari Sumur Warga.)
Musim kemarau di Aceh Besar disebut telah berlangsung hampir satu bulan.
Apabila kondisi ini terus berlanjut, masyarakat khawatir risiko kebakaran lahan akan semakin meningkat akibat cuaca panas dan kering.
Salah seorang petani, Sabirin (52), mengatakan kemarau tahun ini terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, sumber air yang biasa digunakan masyarakat mulai berkurang sehingga aktivitas pertanian ikut terdampak.
"Kemarau tahun ini sangat terasa Air Sumut warga mulai kering ketersediaan air mulai berkurang. Lahan pertanian gak bisa di olah karena kering," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Sabri, warga Kecamatan Lhoknga.
Ia mengaku khawatir kondisi lahan ilalang yang mengering dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan menuju objek wisata Pantai Lampuuk.
"Kekeringan tahun ini yang kita khawatirkan kebakanar lahan Ilalang yang kering, karena sepanjang jalan ke tempat wisata Lam Puuk hampir semua di kelilingi lahan Ilalang kering," ujarnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Peukan Bada juga menghadapi persoalan yang sama.
Selain sumur dan sumur bor yang mulai mengering, pasokan air dari PDAM Tirta Montala disebut tersendat sehingga kebutuhan air bersih sehari-hari sulit terpenuhi.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mencari sumber air ke daerah lain.
Salah seorang warga Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Edi Rahmadi, mengaku harus mengambil air dari sumur milik keluarganya di Lam Lhom untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki sumber air cadangan di sekitar tempat tinggalnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis air bersih yang mulai dirasakan di sejumlah kecamatan.
Selain memastikan distribusi air bersih tetap berjalan, masyarakat juga berharap ada upaya antisipasi terhadap potensi kebakaran lahan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.* (ad)
JAKARTA Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri tren pelemahan setelah empat hari berturutturut tertekan. Pada penutupan perdagangan Rab
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (29/7/2026) di zona merah setelah terkoreksi 39,20 poin atau 0,64
EKONOMI
MEDAN Polisi menetapkan Anggota DPRD Kota Medan berinisial AT atau Antonius Devolis Tumanggor sebagai tersangka dalam kasus dugaan penga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAMBI Penantian panjang Pemi Sri Rohani akhirnya berakhir. Setelah terpisah selama 22 hari, bayi berusia delapan bulan bernama Gia akhir
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah memastikan akan segera menyelesaikan persoalan lebih dari 13.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau da
PEMERINTAHAN
MEDAN Harta kekayaan Lurah Paya Pasir, Syerly, menjadi sorotan publik setelah videonya yang melontarkan ucapan Cie curhat dia bah kepa
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait viralnya ucapan Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Syerly,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ad
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan sebanyak 116 juta penduduk Indonesia masih mengalami kekurangan asupan
NASIONAL