BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

2 Tahun Simpan Luka, Korban Kecelakaan Kerja di Riau Kini Perjuangkan Hak

Erik - Sabtu, 08 Agustus 2026 14:16 WIB
2 Tahun Simpan Luka, Korban Kecelakaan Kerja di Riau Kini Perjuangkan Hak
Adzan Agustian (22), warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, harus menjalani hidup dengan kondisi cacat permanen setelah mengalami kecelakaan saat bekerja di sebuah perusahaan pengolahan pallet kayu di Riau pada 2024. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAMBI Adzan Agustian (22), warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, harus menjalani hidup dengan kondisi cacat permanen setelah mengalami kecelakaan saat bekerja di sebuah perusahaan pengolahan pallet kayu di Riau pada 2024.

Dua tahun berlalu, Adzan bersama keluarganya kini berupaya memperjuangkan hak sebagai pekerja. Sang ibu, Lindawati (52), bahkan tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi putranya.

Sekujur tubuh Adzan mengalami luka bakar serius. Sejumlah jari kakinya tidak lagi utuh, sementara bagian tangan, punggung, paha, lutut hingga wajahnya mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Adzan mengaku selama ini memilih diam karena khawatir kehilangan pekerjaan. Ia juga menyebut terdapat ketimpangan posisi antara dirinya sebagai pekerja dengan perusahaan tempatnya bekerja.

Menurut penuturan Adzan dan keluarganya, pihak perusahaan sempat menyampaikan bahwa jika persoalan kecelakaan tersebut dipermasalahkan, Adzan berisiko kehilangan pekerjaannya dan hanya mendapat pesangon sekitar Rp20 juta.

Adzan juga menuding kronologi kecelakaan yang disampaikan perusahaan tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Menurut dia, kecelakaan tersebut terjadi ketika dirinya sedang menjalankan pekerjaan di area pabrik.

Terjebak di Tumpukan Serbuk Kayu

Adzan mengisahkan kecelakaan terjadi pada Kamis malam, 5 September 2024. Saat itu, dia diminta mandor membantu memadamkan api yang membakar serbuk kayu olahan di area dalam pabrik.

Adzan kemudian diminta memindahkan serbuk kayu yang belum terbakar. Dia berusaha menuju lokasi mandor dengan melewati tumpukan serbuk kayu yang dari permukaan terlihat belum terbakar.

Namun, menurut Adzan, bagian bawah tumpukan tersebut ternyata sudah dilalap api.

Tubuh Adzan kemudian terperosok dan terkena bara api. Dalam hitungan detik, api membakar sejumlah bagian tubuhnya.Akibat kejadian tersebut, Adzan mengalami luka bakar serius pada kedua kaki, lutut, paha, punggung, tangan dan wajah. Kondisi tersebut membuatnya mengalami keterbatasan fisik secara permanen.

Adzan mengaku kejadian tersebut disaksikan sejumlah pekerja lain dan mandor. Namun, dia memilih tidak menceritakannya secara terbuka kepada keluarga maupun mempermasalahkannya karena takut kehilangan pekerjaan.

Selama sekitar dua tahun, Adzan menahan kondisi tersebut. Kini dia mengaku siap menghadapi risiko kehilangan pekerjaan demi memperjuangkan haknya sebagai pekerja.

"Saya pasrah kalau memang harus dipecat. Tapi saya menuntut hak-hak saya sebagai pekerja," ujar Adzan.

Ibu Khawatir Masa Depan Anak

Lindawati mengatakan kondisi putranya membuat dirinya khawatir terhadap masa depan Adzan.

Baca Juga:

Dengan keterbatasan fisik yang dialami, dia pesimistis anaknya dapat kembali bekerja seperti sebelumnya. Menurutnya, Adzan kemungkinan hanya dapat menjalankan usaha yang disesuaikan dengan kondisi fisiknya.

Lindawati berharap ada pihak yang bersedia membantu keluarganya mendapatkan pendampingan untuk memperjuangkan hak Adzan.

"Kami orang miskin, tidak tahu harus minta tolong pada siapa. Kami berharap ada yang mau membantu agar anak kami mendapatkan hak-haknya dan meluruskan kronologi kejadian sebenarnya," kata Lindawati dengan penuh harap.

Keluarga Adzan berharap persoalan tersebut dapat memperoleh perhatian dan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka juga ingin memastikan hak-hak Adzan sebagai pekerja tetap diperhatikan setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami cacat permanen.

Di sisi lain, sejumlah tudingan yang disampaikan Adzan dan keluarganya terkait kronologi kecelakaan serta sikap perusahaan masih memerlukan klarifikasi dari pihak PT Thaka Sukses Mandiri.

Adzan kini memilih membuka kembali persoalan yang selama ini dipendamnya. Selain memperjuangkan haknya, dia berharap kejadian serupa tidak dialami pekerja lain di kemudian hari.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Diduga Lengah, Avanza Hantam Truk di Tol Sergai, 1 Tewas 7 Luka-luka
Bobby Nasution Pastikan Jalan Veteran Medan Diperbaiki Agustus 2026, Lebar Ditambah dan Dibeton
Tabrakan Beruntun Saat Antre Solar di Sergai, Sopir Truk Box Kabur
Respons Kecelakaan Maut Sibolangit, Bobby Nasution Usulkan Pemisahan Jalan Truk hingga Pembangunan Tol Medan–Berastagi
Polisi Beberkan Fakta Baru Kecelakaan Maut Sibolangit, Truk Kehilangan Kendali Sejak Gearbox Bermasalah
Tabrakan Maut di Simpang Sei Renggas Asahan, Dua Pemotor Tewas Seketika
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Danantara Pangkas 274 BUMN

Danantara Pangkas 274 BUMN

JAKARTA Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan penyederhanaan atau streamlining terhadap ratusan perusahaan Badan Usaha Mil

EKONOMI