BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Delapan Bulan, 601 Kali Kapal Celaka di Laut RI, 220 di Antara Korbannya Warga Asing

Johan - Rabu, 19 Agustus 2026 13:44 WIB
Delapan Bulan, 601 Kali Kapal Celaka di Laut RI, 220 di Antara Korbannya Warga Asing
Suasana rapat Komisi V DPR dengan Menhub, Kepala BMKG, Kepala Basarnas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8). (Foto: Nasywa Athifah/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Sebanyak 601 kecelakaan kapal tercatat terjadi di Indonesia sejak Januari hingga 15 Agustus 2026. Dari ribuan korban yang terdampak, 239 orang dilaporkan meninggal dunia dan 203 lainnya masih dinyatakan hilang.

Data tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Syafii mengatakan angka tersebut merupakan hasil operasi SAR yang dilakukan Basarnas sepanjang periode tersebut. Ratusan operasi dilakukan untuk menangani berbagai kecelakaan kapal di sejumlah wilayah.

Baca Juga:

"Kami sampaikan di kesempatan ini berdasarkan hasil operasi yang kami laksanakan mulai Januari hingga 15 Agustus 2026 kami mencatat ada 601 kali operasi SAR dilaksanakan," kata Syafii dalam rapat.

Dari 601 kecelakaan kapal tersebut, jumlah korban terdampak mencapai 3.607 orang. Sebanyak 3.165 korban berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Sementara itu, 239 orang meninggal dunia dan 203 orang lainnya masih dalam status hilang.

"Di mana dari jumlah operasi yang dilaksanakan ada korban terdampak 3.607 korban, 3.165 diselamatkan dalam kondisi selamat, 239 dalam kondisi meninggal dunia, dan yang dinyatakan hilang berjumlah 203 orang," ujarnya.

Basarnas juga mencatat 220 warga negara asing (WNA) termasuk dalam total korban kecelakaan kapal tersebut.

Menurut Syafii, kecelakaan kapal yang ditangani Basarnas memiliki beragam penyebab dan jenis kejadian. Kasus yang ditangani mulai dari kapal mengalami kebocoran hingga operasi evakuasi medis atau medical evacuation.

"Dari jumlah korban sejumlah 3.607 ada 220 WNA. Jadi untuk jenis kecelakaan mulai dari kapal bocor sampai misi medical evacuation," tuturnya.

Data tersebut menjadi gambaran tingginya frekuensi kecelakaan kapal yang membutuhkan penanganan SAR sepanjang 2026. Pemerintah dan instansi terkait pun menjadi sorotan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan penanganan keadaan darurat di laut.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadir Bukan Hanya Saat Pemilu: Aksi Nyata Ketua PSI Binjai Selatan Bakar Semangat Merdeka Warga Kampung Bonyot
Ribuan Warga Tumpah Ruah, Demonstrasi Pembebasan Sandera TNI Curi Perhatian di HUT ke-81 RI Simalungun
Nomor Urut Bukan Segalanya, Guru Besar Lemhannas Usul 3 Calon Teratas Dinilai Ulang untuk Isi Kursi Ombudsman
Baru 2 Bulan Dibui di Sukamiskin, Eks Wamenaker Noel Ebenezer Sudah Kantongi Remisi HUT ke-81 RI
Lewat QR Code di Panggung Kesenian Rakyat, Danantara Himpun Donasi Rp2,16 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Dua Pakar Malaysia Berbagi Kiat Sukses di IBKI Medan, Mahasiswa Didorong Jadi Generasi Berdaya Saing
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru