Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA - Polisi menemukan benda diduga senjata tajam berupa golok di tengah kerumunan massa demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Sejumlah orang juga diamankan karena diduga membawa senjata tajam dan terlibat pencopetan.
Seorang pria diamankan polisi setelah diduga membawa senjata tajam. Pria tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum kemudian dievakuasi petugas.
Situasi di sekitar lokasi sempat ricuh. Polisi kemudian memperlihatkan barang bukti berupa benda yang diduga golok dan dibungkus menggunakan kardus.Baca Juga:
Kericuhan tersebut terjadi ketika sejumlah anggota DPR hendak kembali ke dalam gedung parlemen setelah menemui massa demonstrasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan tidak ada peserta aksi yang ditahan terkait pelaksanaan demonstrasi secara umum.
Namun, polisi mengamankan beberapa orang yang diduga membawa senjata tajam dan melakukan pencopetan.
"Ndak, kecuali tadi ada beberapa yang membawa senjata tajam dan ada yang melakukan copet," kata Reynold.
Mengenai identitas dan status hukum orang-orang yang diamankan, Reynold mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Sedang diproses, dibawa langsung tadi," ujarnya.
Demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) diikuti sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang membawa tuntutan terkait pemberantasan korupsi.
Massa juga mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta memperkuat hukuman terhadap pelaku korupsi.
Sejumlah pengemudi ojek online juga terlihat bergabung dalam massa aksi. Kepadatan sempat terjadi di sekitar gerbang utama kompleks parlemen.
Meski sempat terjadi kericuhan akibat temuan senjata tajam, aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Massa AMPB sebelumnya telah bertemu dengan pimpinan DPR untuk menyampaikan aspirasi. Setelah audiensi, massa kemudian meninggalkan lokasi dan membubarkan diri.
Polisi masih mendalami temuan senjata tajam tersebut, termasuk pihak yang diduga membawanya ke tengah kerumunan massa. Penanganan terhadap orang yang diamankan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.* (oz/dh)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA