BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Gunung Sinabung Siaga Level 3, BPBD Sumut Pastikan Pengungsi dan Warga di Zona Merah Ditangani

Abyadi Siregar - Jumat, 04 September 2026 15:15 WIB
Gunung Sinabung Siaga Level 3, BPBD Sumut Pastikan Pengungsi dan Warga di Zona Merah Ditangani
Pemprov Sumut melalui BPBD melakukan Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut, kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Kantor Gubernur Sumut Kota Medan, Jumat (4/9/2026). (Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Karo menangani dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang kini berstatus Siaga atau Level 3.

Penanganan difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan erupsi susulan.

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan langkah penanganan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan tim gabungan.

Baca Juga:

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat, 4 September 2026.

Berdasarkan koordinasi terakhir, sekitar 201 kepala keluarga atau 650 jiwa warga Desa Kuta Tengah mengungsi ke wilayah Desa Suka Tepu dan Koperasi Desa Kelurahan/PUD.

Sementara itu, warga yang berada di kawasan zona merah dengan radius 6 kilometer, termasuk Desa Kuta Rakyat, telah dievakuasi oleh tim gabungan ke lokasi aman di Kecamatan Naman Teran.

"Sejak awal peningkatan aktivitas, personel BPBD Sumut sudah turun ke lokasi untuk mendistribusikan masker, mendirikan tenda pengungsian, serta menyiagakan truk evakuasi, mobil tangki air bersih, dan armada toilet," terang Tuahta.

Sejak erupsi terjadi, BPBD Sumut telah menyalurkan 630 masker pada tahap awal.

BPBD juga telah mendirikan lima dari tujuh tenda pengungsian yang telah disiapkan.

Selain itu, dua unit truk evakuasi, satu mobil tangki air bersih, dan satu armada toilet telah dimobilisasi untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.

BPBD Sumut juga mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat aktivitas Gunung Sinabung.

Untuk itu, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Koordinasi tersebut mencakup penyiapan posko kesehatan, layanan pendampingan stunting, hingga armada pengawalan medis di lokasi pengungsian.

Pasokan masker tambahan juga terus disalurkan ke Posko Utama sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, terdapat warga yang masih kembali ke rumah pada siang hari untuk mengecek kondisi tempat tinggal dan ternak yang ditinggalkan.

TNI dan Polri melalui Polres dan Kodim Karo memberikan pengamanan di desa-desa yang ditinggalkan pengungsi.

Pengamanan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mengantisipasi warga yang kembali ke kawasan terdampak.

"Kami tidak bisa memaksakan secara keras, tetapi personel BPBD dan TNI/Polri terus mengikutsertakan pendampingan dan kesiapsiagaan mobilisasi jika terjadi erupsi susulan tiba-tiba," tambahnya.

BPBD Sumut mengimbau masyarakat, terutama warga yang berada di kawasan rawan bencana, agar tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat juga diminta tidak menjadikan kondisi visual Gunung Sinabung sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan tingkat bahaya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memprioritaskan keselamatan jiwa dan mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Meskipun secara kasat mata erupsi tampak mereda dengan asap tipis, status resmi sepenuhnya mengikuti penilaian teknis PVMBG," pungkas Tuahta.

Pengamatan visual hingga Jumat siang menunjukkan aktivitas Gunung Sinabung mulai melambat.

Hembusan asap juga terlihat lebih tipis dibandingkan fase awal ketika abu gelap masih terlihat.

Namun, BPBD Sumut menegaskan penentuan status Gunung Sinabung dan durasi penanganan tetap mengacu pada rekomendasi resmi PVMBG.

Karena itu, masyarakat di kawasan rawan diminta tetap waspada dan mengikuti setiap arahan dari petugas serta informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wapres Gibran Tinjau Rehabilitasi SMA Negeri 1 Barus, Bobby Nasution Minta Pembangunan Dipercepat
Wakil Wali Kota Medan Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Bencana, Sekolah Harus Aman dan Tangguh
Tak Hanya Menunggu, Pemko Medan Dorong BPJS Ketenagakerjaan Jemput Bola ke Masyarakat
Tekan Risiko Korban Jiwa, Pemprov Sumut Gercep Latih Warga di 6 Daerah Rawan Bencana Lakukan Evakuasi Mandiri
Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Gubernur Bobby Nasution Turun tangan Keluarkan Instruksi Darurat Siaga Bencana di Sumut
Semarak Lomba Kreasi Sampah di Desa Bogak, Kades Fazzary Akbar: Lingkungan Bersih Dimulai dari Kesadaran Warga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru