BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Gubernur Bobby Nasution Turun tangan Keluarkan Instruksi Darurat Siaga Bencana di Sumut

Abyadi Siregar - Jumat, 04 September 2026 14:12 WIB
Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Gubernur Bobby Nasution Turun tangan Keluarkan Instruksi Darurat Siaga Bencana di Sumut
Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut, Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut ini berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Kota Medan, Jumat (4/9/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominf
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah dan kering di wilayahnya. Instruksi peringatan dini dikeluarkan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan Sumut memiliki 14 jenis potensi bencana berdasarkan peta risiko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi sepanjang 2026. Setelah itu terdapat tanah longsor, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga:

"Hasil rekapitulasi kami dari 1 Januari hingga 4 September 2026, bencana yang paling sering terjadi adalah cuaca ekstrem sebanyak 127 kali, termasuk angin puting beliung dan kekeringan. Kemudian diikuti tanah longsor 86 kali, banjir 73 kali, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 46 kali," ujar Tuahta dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/9/2026).

Merespons tingginya potensi bencana tersebut, Bobby menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 188.54/8/INST/2026 tentang Peringatan Dini Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering di Provinsi Sumut Tahun 2026.

Instruksi tersebut menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan mitigasi serta kesiapsiagaan bencana. Salah satu perhatian utama adalah ancaman karhutla di sejumlah wilayah rawan, seperti Samosir, Padang Lawas, Simalungun, dan Labuhanbatu.

Hingga akhir Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Sumut tercatat mencapai 273,87 hektare. Lahan terbakar tersebut tersebar di 14 kabupaten/kota.

Tuahta mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD Sumut. Menurutnya, peringkat karhutla Sumut secara nasional tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan.

"Meskipun posisi karhutla Sumut berada di peringkat 8 atau 9 secara nasional, bukan berarti kita bisa lengah," jelasnya.

BPBD Sumut juga telah menempatkan personel dan peralatan pendamping di Samosir untuk membantu BPBD setempat dalam menghadapi potensi karhutla.

Selain kesiapan personel, BPBD Sumut secara bertahap melakukan pemeliharaan rutin dan pengadaan armada serta peralatan operasional untuk menghadapi kondisi darurat.

Tuahta menegaskan BPBD Sumut siap mendampingi pemerintah kabupaten dan kota dalam penanganan bencana. Dukungan tersebut meliputi proses evakuasi, penyediaan logistik, hingga penyaluran Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila kondisi darurat telah ditetapkan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sigap Tindak Lanjuti Putusan MK, BNPB Langsung Rombak SOP demi Percepat Penanganan Darurat Bencana
Lahir dari Banjir Aceh-Sumut-Sumbar, Putusan MK Diharap Bikin Bantuan Bencana Tak Lagi Berbelit
Menhan Sjafrie: Penanganan Karhutla Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah
"Bukan Nasional Bukan Berarti Tak Ditangani", BNPB Tegaskan Komitmen usai Putusan MK Permudah Status Bencana
Meski Digempur 52 Armada Water Bombing, Hotspot di Kalimantan Justru Terus Bertambah
Sudah Dikasih Tanda Tapi Tetap Disedot! Kolam Ikan Warga Kalsel Dijadikan 'Mangsa' Heli Water Bombing, 2 Ton Ikan Mati
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru