Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANJARMASIN - Salah satu penumpang selamat KM Virgo Transport 8, Rinto Arahab (33), menceritakan detik-detik kapal mulai oleng sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Dalam situasi panik, Rinto mengaku para penumpang berebut pelampung yang disebutnya tidak mencukupi.
Rinto mengatakan tidak mendapat pemberitahuan resmi dari pihak kapal sebelum kondisi kapal memburuk. Para penumpang disebut baru menyadari kapal dalam kondisi berbahaya setelah badan kapal mulai oleng.
"Enggak ada pemberitahuan dari pihak kapal, Pak. Pokoknya inisiatif ada orang, 'Oh kapal ini oleng, oleng, oleng'," kata Rinto, dikutip dari kanal YouTube Banjarmasin Post News Video, Senin (14/9/2026).
Baca Juga:
Menurut Rinto, kondisi cuaca saat kejadian memang buruk. Ombak di sekitar perairan disebut mencapai lebih dari 2 meter sehingga membuat situasi di atas kapal semakin sulit dikendalikan.
Saat kejadian, sebagian penumpang disebut masih dalam kondisi tidur. Rinto mengaku setengah sadar ketika merasakan kapal mulai oleng. Dia kemudian mengambil jaket dan berusaha menyelamatkan diri dengan menuju bagian atas kapal.
"Saya ambil jaket, saya lari ke atas tempat saya terjun. Terus saya berdiri di atas kapal, Pak," tuturnya.
Rinto juga mengaku tidak mendengar peringatan dari nakhoda maupun awak kapal yang mengarahkan penumpang untuk melakukan evakuasi.
"Enggak ada," jawab Rinto ketika ditanya mengenai adanya peringatan dari pihak nakhoda.
Situasi kemudian semakin panik ketika para penumpang berupaya mencari alat keselamatan. Rinto mengatakan jumlah pelampung yang tersedia tidak mencukupi sehingga para penumpang harus berusaha mendapatkannya sendiri.
"Saya minta, Pak, teman ada orang, kan talinya. Saya ambil sendiri," ujarnya.
Ketika ditanya apakah pelampung yang tersedia cukup, Rinto menjawab tidak.
"Enggak tercukupi, Pak," katanya.
Menurut Rinto, kondisi tersebut membuat para penumpang sempat berebut pelampung. Kepanikan terjadi ketika penumpang saling berdesakan dan mendorong untuk mendapatkan alat keselamatan.
"Iya, rebutan," ujar Rinto.
"Panikan, Pak, semuanya, Pak. Ada yang ke meja, ada yang mendorong kayak gitu, Pak," sambungnya.
Rinto mengatakan situasi berubah sangat cepat. Sekitar dua menit setelah kapal mulai oleng, kondisi di atas kapal disebut sudah berubah menjadi kepanikan.
Setelah berhasil keluar dari kapal, Rinto bersama sejumlah korban lainnya masih harus bertahan di tengah laut. Dia menyebut sekitar 11 orang berada bersamanya sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
Para korban disebut terombang-ambing selama kurang lebih empat jam hingga diselamatkan kapal pengangkut batu bara.
"Kami terombang-ambing sekitar 4 jam. Kami ada 11 orang di atas itu, Bang," kata Rinto.
Dalam proses penyelamatan tersebut, sejumlah barang milik Rinto ikut hilang, termasuk dompet, pakaian, dan ijazah yang dibawanya untuk keperluan perjalanan.
"Saya enggak menyelamatkan cuma itu saja, Pak. Dompet itu juga hilang semua, Pak. Seperti ijazah itu hilang, Pak. Baju-baju semua," ujarnya.
Rinto diketahui sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memenuhi panggilan kerja. Dia mengaku baru pertama kali hendak berangkat ke Banjarmasin setelah mengikuti proses perekrutan melalui sebuah agensi di Semarang.
"Panggilan kerja, Pak. Interview kami, Pak. Iya, sudah tanda tangan kontrak dari pihak agensi di Semarang, Pak. Terus kami dipanggil untuk menemui perusahaan itu di sini," jelasnya.
Rinto yang berasal dari Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan, berharap pihak yang terlibat dalam proses perekrutan maupun perusahaan tujuan kerja ikut bertanggung jawab atas musibah tersebut.
"Harapan sih pihak yang perekrut kami itu bertanggung jawab atas kejadian tersebut karena kami ke sini datangnya itu melalui pihak agensi," katanya.
Dia juga meminta pertanggungjawaban dari perusahaan yang menjadi tujuan para calon pekerja.
"Kami datang kerja ke sini, kami minta pertanggungjawaban dari pihak kebun sawit," ujarnya.
Kesaksian Rinto menjadi gambaran pengalaman salah satu korban selamat dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8. Sementara itu, penyebab kecelakaan serta persoalan keselamatan pelayaran masih menjadi bagian dari proses penanganan dan investigasi pihak berwenang.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.