BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

BI Serahkan Instore Dryer Bawang Merah di Karo, Bupati Antonius Ginting: Pascapanen Jadi Kunci Stabilitas Harga

Raman Krisna - Kamis, 22 Januari 2026 14:52 WIB
BI Serahkan Instore Dryer Bawang Merah di Karo, Bupati Antonius Ginting: Pascapanen Jadi Kunci Stabilitas Harga
Bupati Karo Antonius Ginting menerima bantuan Instore Dryer bawang merah dari Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Iman Gunadi dalam seremoni Gerakan Penanaman Bawang Merah di Desa Selandi, Kec. Payung, Rabu (21/1/2026). (foto: Diskominfo Karo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Pemerintah Kabupaten Karo menerima bantuan Instore Dryer (rumah pengering) bawang merah dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Bantuan tersebut diserahkan dalam seremoni yang dirangkai dengan Gerakan Penanaman Bawang Merah di Desa Selandi, Kecamatan Payung, Rabu (21/1/2026).

Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi.

Baca Juga:

Menurut dia, penanganan pascapanen menjadi faktor penentu kualitas hasil pertanian sekaligus stabilitas harga di tingkat petani.

"Banyak petani bisa panen bagus, tetapi jika pengeringan tidak optimal, kualitas turun dan susut tinggi. Akhirnya petani terpaksa menjual murah," kata Antonius.

"Dengan instore dryer ini, bawang merah Karo akan memiliki daya simpan lebih lama dan kualitas yang lebih bermutu."

Ia menyebut bawang merah bersama cabai merupakan komoditas strategis yang kerap memicu inflasi.

Karena itu, peningkatan kualitas produksi di daerah sentra seperti Karo berkontribusi langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah.

"Kalau kualitas terjaga, suplai stabil, maka harga juga lebih terkendali. Ini berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga," ujar Antonius.

Bantuan sarana prasarana tersebut diberikan kepada Gapoktan Matahari sebagai penerima manfaat. Bupati meminta agar aset tersebut dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Ia menekankan tiga hal utama, yakni pengelolaan aset secara komunal, penerapan manajemen penggunaan dan pemeliharaan yang tertib, serta menjadikan program ini sebagai awal modernisasi pertanian Karo yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Alat ini bukan milik perorangan, tetapi aset bersama. Harus dikelola dengan manajemen yang jelas agar manfaatnya dirasakan seluruh anggota," kata dia.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
F-PDIP DPRD Sumut: Hak Pegawai Perusahaan yang Dicabut Izin Harus Tetap Terjamin
Wings Air Tambah Rute Baru Padang dan Pekanbaru ke Pinangsori, Bupati Tapteng: Penting untuk Pemulihan Daerah
KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Biro Travel dalam Kasus Kuota Haji 2024
Potensi Rp 14 Triliun! DPR Soroti Keterlambatan Game Online RI Menembus Pasar Global
Kades Sampali Diperiksa Polda Sumut Terkait Sengketa Lahan Proyek TPS3R, Rp329 Juta
Nasib Korban TPPO Usia 17 Tahun Terlantar, Massa AMPK TPPO Kecewa Besar – Pemko Medan Diam!?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru