Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi pergerakan harga ayam dan telur di dalam negeri.
Pemerintah menyebut penurunan harga kedua komoditas tersebut belakangan ini terjadi karena berkurangnya permintaan selama program MBG berhenti sementara akibat masa libur sekolah.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, program MBG selama ini menjadi salah satu sumber permintaan besar terhadap komoditas pangan, khususnya ayam dan telur, selain beras serta sayuran.
Baca Juga:
"MBG ini punya kebutuhan besar terhadap ayam dan telur, selain kebutuhan lain seperti beras, sayur," ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Sudaryono, tingginya kebutuhan dari program MBG sebelumnya telah mendorong peternak meningkatkan produksi.
Banyak kandang ayam kembali terisi penuh, bahkan muncul peternak baru yang ikut memasok kebutuhan program tersebut.
Namun, ketika sekolah memasuki masa libur selama kurang lebih tiga pekan dan pelaksanaan MBG ikut berhenti sementara, permintaan ayam dan telur mengalami penurunan.
Akibatnya, pasokan yang sebelumnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan MBG menjadi lebih banyak dibandingkan permintaan pasar.
Kondisi tersebut membuat harga ayam dan telur di tingkat peternak ikut turun.
"Karena memang MBG ini besar. Sekarang salah satunya mungkin bertambah pengaruhnya karena tiga minggu anak sekolahnya libur," kata Sudaryono.
Untuk mengatasi perubahan harga akibat pola permintaan yang bersifat musiman, Kementan akan melakukan evaluasi terhadap pola produksi peternak agar lebih sesuai dengan kalender pendidikan.
Pemerintah berharap penyesuaian tersebut dapat menjaga keseimbangan antara jumlah produksi dan kebutuhan pasar, sehingga gejolak harga ayam dan telur dapat dikurangi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.