Gugatan Ijazah Jokowi Hendak Dicabut: Jokowi, UGM dan Polda Metro Jaya Justru Keberatan
SOLO Sidang gugatan perdata terkait ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis, 27 Ag
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Pemanasan global diperkirakan telah menyebabkan kerugian besar pada sektor pertanian dunia.
Sebuah penelitian terbaru menyebut cuaca panas ekstrem dan kekeringan akibat perubahan iklim memicu kerugian panen jagung, gandum, dan kedelai senilai sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp361,6 triliun setiap tahun.
Penelitian yang dikutip dari New Scientist pada Jumat (10/7/2026) memperingatkan, jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan secara signifikan, kerugian tersebut berpotensi meningkat hingga lebih dari 160 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.900 triliun per tahun pada 2100.Baca Juga:
Meski kerugian ekonomi terbesar diperkirakan terjadi di negara-negara produsen pangan utama seperti Amerika Serikat, dampak sosial yang paling berat diprediksi akan dirasakan negara-negara berkembang yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian.
"Jika melihat negara-negara paling tertinggal di Afrika, dampaknya jauh lebih besar. Hal ini bisa memicu kerusuhan sosial dan peningkatan gelombang perpindahan penduduk," ujar peneliti dari International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA) Austria, Yi Ling Hwong.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengumpulkan data produksi jagung, gandum, dan kedelai dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), kemudian membandingkannya dengan data suhu dan tingkat kekeringan tanah selama beberapa dekade.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan kekeringan telah menyebabkan penurunan hasil panen sekitar 3,5 persen dibandingkan periode 1974–2004.
Menurut anggota tim peneliti Kai Kornhuber, angka tersebut terlihat kecil, tetapi memiliki dampak besar terhadap pasokan pangan dunia.
"Angka sekitar tiga persen mungkin terdengar kecil, tetapi ini adalah dampak yang sangat besar bagi pasar pangan global, yang di beberapa wilayah bisa memicu krisis pangan yang parah," katanya.
Penelitian kemudian menghitung nilai ekonomi dari penurunan produksi tersebut berdasarkan harga komoditas yang diterima petani.
Dalam skenario emisi tinggi atau SSP3-7.0, para peneliti memperkirakan produksi tiga komoditas utama dunia dapat turun hingga 35 persen pada akhir abad ini.
Akibatnya, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari 161 miliar dolar AS setiap tahun.
SOLO Sidang gugatan perdata terkait ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis, 27 Ag
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset kembali menjadi salah satu tuntutan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung pada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) bersama warga lainnya tertahan saat hendak menuju Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat,
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui dua pendekatan, yak
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut memperkuat sinergi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dan meninggalkan area depan Gedung DPR/M
PERISTIWA
JAKARTA DPR RI menyetujui Sarjito sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otorita
EKONOMI
JAKARTA Pimpinan DPR RI menyatakan siap mengundurkan diri apabila Rancangan UndangUndang atau RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi untuk membuka peluang melantai di
PEMERINTAHAN
BATU BARA Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera
PEMERINTAHAN